GEMPAR 25 Kecamatan, Anaknya Sekolah Orangtuanya Belajar.

Dalam rangka menekan angka pernikahan usia anak dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Banyuwangi menginisiasi program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Anak Remaja). GEMPAR merupakan wadah bagi masyarakat khususunya orangtua yang ingin terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan terkait pola asuh di dalam keluarga…

Continue Reading

Desa Ketapang Latih Kader Sekolah Pengasuhan Berbasis Komunitas

Bertempat di Kaki Gunung Remuk, Desa Ketapang. Belasan kader yang berasal dari berbagai elemen masyarakat mengikuti pelatihan Sekolah Pengasuhan Berbasis Komunitas (SPBK). Mulai dari guru, kader posyandu, kader PKK, ibu rumah tangga dan relawan dengan khitmat mengikuti pelatihan sehari yang difasilitasi oleh Rumah Literasi Indonesia. Sekolah Pengasuhan ini sudah dimulai…

Continue Reading

Di Bawah Kaki Gunung Remuk, Relawan Gelar Sekolah Pengasuhan

Tidak ada kemajuan pembanguan tanpa diawali dengan masyarakat yang tercerahkan. Memajukan bangsa bisa di mulai dari keluarga, sebab jika keluarga kuat maka negara secara otomatis ikut menjadi kuat. Melihat pentingnya pendidikan keluarga untuk bisa menghasilkan generasi yang berkarakter positif, relawan Rumah Literasi Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Guru Merdeka Belajar menggelar…

Continue Reading

Sekolah Pengasuhan Berbasis Komunitas, Cegah Kekerasan Anak

Mendidik anak memang sudah seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Masyarakat perlu membangun sinergitas dalam rangka menyiapkan suasana belajar yang aman, nyaman dan bermakna. Hanya melalui kerja kolaborasi hal terseut bisa diwujudkan.   Data yang dirilis oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) , pada tahun 2018 terdapat 38 kasus kekerasan…

Continue Reading

Literasi Rendah Karena Gagal Mengkonversi Program Menjadi Gerakan

Belakangan ini isu tentang literasi mulai banyak digaungkan. Tak hanya pemerintah pusat, sektor swasta dan komunitas mulai sering terlibat mendesain program untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat. Milyaran dana pemerintah yang digelontorkan untuk pengembangan program literasi belum cukup memberi dampak yang signifikan terhadap meningkatnya minat membaca masyarakat. Desa mempunyai peluang…

Continue Reading

Tak Hanya Pekerja Asing, Artispun Kita Impor

Oleh Rahmadinata Syafa'at Tulisan ini pernah saya ambil dari blog saya pribadi tanggal 27 Februari 2015 yang miris karena budaya kita mulai luntur. Apa kabar artis betawi? Apakah memiliki tempat khusus di pertelivisian? Apa kabar artis sunda? Tidakkah ada artis local sunda yang bersaing dengan Artis india? Miris, budaya kita…

Continue Reading

Ruang Publik Kota Sebagai Ruang Demokratis

Saya turut prihatin dengan pengusiran satpol PP kepada relawan literasi yang setiap minggunya menggelar lapak baca di Taman Blambangan. Saya kenal baik dengan para pegiat ini, baik dari Rumah Literasi Indonesia dan komunitas Baca Semenjana. Tentunya sangat apresiatif dengan gerakan kawan-kawan ini. Pengusiran lapak baca di Taman Blambangan ini tentu…

Continue Reading

Mimpi Itu Juga Kami Temukan Di Rumahmu

Saya belum bisa move on dari rumahmu. Oleh Nurul Hikmah Rumahmu terbitkan mimpi. Minggu, 22 Oktober 2017, entah minggu yang keberapa kami membuka dan menginisiasi rumah baca mandiri dalam tiga tahun terakhir. Yang jelas ada berpuluh-puluh minggu dalam tiga tahun. Ada ribuan lingkaran disetiap pembukaan rumah baca. Ada ratusan binar…

Continue Reading

Balada Ibu dan Gangguan Bahasa Ekspresif

Saya diajari banyak hal oleh anak-anak, bahwa mencintai berati memulyakan satu sama lain, memberi cinta tanpa syarat bukan berarti mencintai apa adanya. Ciiiieeee mirip lagunya tulus "jangan cintai aku apa adanya". Rasanya anak-anak pun demikian. Ini kakak usianya sudah hampir 30 bulan. Tumbuh kembangnya normal tidak ada keterlambatan motorik dan…

Continue Reading
Close Menu