Pembentukan Karakter Melalui Kelas Drama

Pembentukan Karakter Melalui Kelas Drama

Kelas Drama

Drama edukatif, sebuah proses kreatif yg memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi potensi sebagai sebuah pengalaman belajar. Drama pada dasarnya bersifat improvisasi dan tujuannya adalah pencarian pengetahuan yg meliputi setiap aspek dalam kepribadian anak; spiritual, moral, emosional, intelektual dan fisik.

Dalam membuat drama, anak memasuki sebuah konteks imajinasi, melalui penampilan fiksi tentang karakter pada lingkup tertentu. Dalam konteks pendidikan dasar, drama edukatif memberikan anak-anak kesempatan untuk tampil di panggung dan membiarkan mereka mengekspresikan dirinya.

Berawal dari jumlah 15 anak yang bersedia mengikuti kelas drama, siswa siswi madrasah ibtida’iyah Miftahul Ulum Bengkak, mulai berbondong-bondong mengikuti kelas drama. Setelah sebelumnya anak-anak itu ragu dan takut membayangkan tampil di atas panggung.

Namun asyiknya petualangan bermain peran telah merubah pemahaman mereka tentang panggung yg sebelumnya mereka anggap sangat menakutkan karena bakal di saksikan banyak orang. Tapi seiring proses dan perjalanan waktu, kini mereka mulai menikmati dan bahkan berebut peran. Kepercayaan diri mereka tumbuh ketika mereka diberi tanggung jawab memerankan setiap karalter dalam cerita.

Tentu bukan hal yg mudah ketika anak-anak ini terbentur oleh kemampuan komunikasi mereka yg terbatas pada minimnya perbendaharaan kata yg mereka miliki, juga masalah intonasi dan artikulasi. Anak-anak tertatih-tatih saat mengucapkan kata yg jarang atau baru mereka ucapkan melalui dialog yg keseluruhannya menggunakan bahasa Indonesia.

Improvisasi menjadi hal yg mutlak untuk menghidupkan alur cerita di setiap adegan yg mereka mainkan. Kelucuan-kelucuan yg tercipta mampu menghidupkan suasana dalam setiap sesi latihan. Dengan dibantu oleh siswa yg lebih senior memudahkan proses penyutradaraan menjadi lebih efektif.

Bermain peran sama halnya dengan permainan-permainan lainnya, seperti sepak bola, gobak sodor, perang-perangan dan permainan-permainan lain yg membutuhkan kemandirian, kesabaran, kepemimpinan dan kerja sama.

Dengan drama yg mereka ciptakan dan tampilkan, anak berefleksi dan memperkaya kekayaan budaya, sekolah, komunitas dan keluarganya.

#LiterasiSeni
#PendidikanKarakterBerbasisSeniBudaya
#RumahLiterasiIndonesia
#PonpesMiftahulUlumBengkak

(Faisal Riza)

Comments

comments

Close Menu