Inisiasi Kampoeng Recycle : Warga Ketapang Ubah Jelantah Jadi Sabun Cuci

Keterlibatan warga untuk mengelola sampah mulai dari rumah tangga terus disosialisasikan oleh pengurus dan anggota Kampoeng Recycle Ketapang. Melalui dukungan CSR Pertamina, warga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pengolahan sampah selama dua hari.

Di hari pertama selain dibakali wawasan tentang membangun ekosistem lingkungan yang bersih dan sehat, peserta juga terus mengasah keterampilannya terkait menciptakan produk-produk berbahan baku dari kemasan plastic. Termasuk, selama dua hari tersebut perserta mendesain peta jalan agar kelompok Kampoeng Recycle Ketapang bisa terus bergerak menciptakan sungai di Desa Ketapang Bebas Sampah Plastik.

Risnani Pudji Rahayu, selaku fasilitator yang memberi wawasan dan keterampilan bagi peserta merasakan antusiame warga dalam proses belajar mengolah sampah kering untuk menjadi berbagai produk yang ramah lingkungan.

“Selam dua hari peserta begitu semangat mengikuti proses belajar. Dalam waktu sekejap mereka sudah mampu menghasilkan produk-produk sederhana seperti vas bunga, tas kecil dan taplak meja” ungkap Risnani Pudji Rahayu yang akrab di panggil Riris.

Rencananya, melalui keterlibatan 4 dusun di Desa Ketapang, peserta akan menginisiasi kelompok-kelompok potensial di wilayahnya untuk membantu Kampoeng Recycle menghasilkan karya-karya kerajinan yang ramah lingkungan berbahan sampah.

Di penghujung materi Riris mengajak peserta untuk pratek langsung membuat sabun dari bahan sisa minyak goreng rumah tangga. Hampir sebagian besar, minyak goring yang oleh warga disebut jelantah ini selalu dibuang sia-sia. Untuk itu, warga dibekali cara memanfaatkan sisa jelantah ini menjadi sabun cuci untuk keperluan rumah tangga.

Scroll to Top