Bikin Merinding, Semangat Nol Rupiah Anak Difabel Rilis Film “Pengabdi Sekolah”

“Untuk film Pengabdi Sekolah ini, saya merasa tertantang untuk membuat karakter yang horor. Untuk itu saya harus mencari beragam referensi karakter di buku maupun internet untuk bisa mendukung karakter yang diinginkan sutradara”, jelas Ayu, perempuan lajang yang juga berperan sebagi actor utama film ini.

 

Faisal Riza juga menjelaskan bahwa sebagai seorang seniman ia harus ikut mengambil peran untuk bisa mengapresiasi ABK yang saat ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tak hanya membuat karya film, saat ini pun ia masih aktif setiap minggu untuk mendampingi ABK di Rumah Baca Gubug Laksmi dan beberapa jaringan rumah baca yang berkolaborasi dengan Rumah Literasi Indonesia untuk membuat kegiatan kesenian, baik bermain musik, bermain permainan tradisonal, pantomime, operet anak, teater dan sebagainya.

Rencanya, episode selanjutnya akan diproduksi bulan ini dan masih bersama para relawan yang selama ini giat melakukan kampanye tentang pendidikan inklusi. Meskipun belum ada pihak sponsor yang mensupport karya film ini, Faisal Riza tetap yakin semangat Nol Rupiah yang ia miliki adalah modal untuk membuat karya yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.

 

“Semangat nol rupiah itu bukan berarti kita gak butuh dana. Ini adalah pemikiran yang keliru. Coba bayangkan sendiri untuk make-up, kostum, jasa produksi, editing, konsumsi, dan lainnya. Ini tentu harus dihargai. Mereka bekerja dengan panggilan hati bukan panggilan gaji. Pemikiran yang serba gratisan ini tak baik untuk pengembangan diri. Kemana-mana nanti semangatnya mengemis. Ini namanya pesimis, alias Penyakit Si Miskin”, ungkap Faisal saat ditemui setelah mengajar koreo tari egrang.

Scroll to Top