Dalam film Avenger: Infinity War (marvel)  , super hero aja kolaborasi,  masak kamu tidak?

Dalam film Avenger: Infinity War (marvel) , super hero aja kolaborasi, masak kamu tidak?

Tidak perlu saya jelasin lagi bagaimana cerita di Film Avenger Infinity War. Tidak perlu diceritakan siapa yang mati, siapa yang masih hidup ga perlu. Kalian juga ga akan baca. Sudah pada nonton kan? Film ini sarat akan pelajaran. Pelajaran yang bisa dipetik dalam film ini contoh kecilnya adalah “KOLABORASI” .  Ya, di film ini mengajarkan super hero saja Kerja Bakti untuk melawan Thanos. Masak kita tidak. Meskipun pada akhir filmnya para avenger kalah melawan Thanos, namun cerita belum usai, bung!

Di film ini sudah cukup menggambarkan bahwa jaman sekarang, sekuat kuatnya orang, itu perlu bekerja sama. Satu orang tentu akan berbeda dengan kekuatan berjamaah, kekuatan bersama. Sekumpulan orang tidak berdaya jika berkolaborasi bakalan mengalahkan satu orang yang kuat. Simak video ini:

Bersama Team Kita Hadapi Tantangan Yang Besar. Pernah yaa aku bikin eksperimen kecil, orang takut jalan sendiri dikumpulkan menjadi satu grup untuk jalan bareng di tempat gelap. Ada satu orang yang berani jalan sendirian. Ternyata yang lebih cepat sampai adalah kumpulan orang yang takut.

Bersama Team Kita Menjadi Kuat. Bukan karena pribadi masing masing, tapi karena mengisi satu sama lain. Itu yang membuat Team Kuat. Perjalanan panjang menjadi tak terasa karena berkoloni. sikap saling melengkapi itulah yang membuat kuat.

Bersama Team Kita Menjadi Pemenang. Bahkan seorang Artis, Atlit,atau siapapun yang membranding diri bahwa dia hebat ternyata di belakangnya, banyak tangan tangan kreatif. Artinya mustahil seorang artis bisa menghandle semuanya sendiri. Mulai memanaje waktu, keuangan, kesehatan, dan lain lain. Pasti butuh Team untuk itu. Sebuah konser megah pun tak dilakukan murni oleh satu artis. tapi ada ratusan bahkan ribuan crew yang bekerja dibalik layar.

Dalam Berkolaborasi, yang dibutuhkan adalah sikap legowo. Siap untuk dipimpin dan siap untuk memimpin. Kalau tidak, bakalan hancur. dan ketika sudah ditentukan pemimpin kita harus patuh dengan aturan yang dibuat. Lalu bagaimana jika pemimpin yang kita pilih itu melakukan kesalahan atau yang kita pimpin itu melakukan kesalahan? yang harus dilakukan adalah bukan memaki, ngerasani dibelakang. Sebagai Pemimpin wajib memberikan contoh dan menegur dengan santun jika ada kesalahan pada jamaahnya. Tapi jika pemimpin yang salah, Jamaah wajib mengingatkan dengan cara yang baik.

 

 

Comments

comments

Close Menu