Gandeng Pegiat Literasi, Banyu Bening Kembangkan Budaya Literasi Masyarakat

Di bidang literasi, Banyu Bening sudah memiliki mini perpusatakaan yang lokasinya di memanfaatkan Poskamling. Pondok berukuran 3×4 ini digunakan sebagai lokasi membaca. Tersedia sebuah rak dengan koleksi buku-buku sekitar 100 eksemplar.

Hampir setiap sore, anak-anak sekitar, selain bermain di lokasi untuk melihat pemandangan kolam ikan, mereka juga membaca berbagai jenis buku yang tersedia.

Tunggul Harwanto, pegiat literasi yang bekerja untuk lembaga nonprofit Rumah Literasi Indonesia menyambut baik niat warga di Banyu Bening untuk berkolaborasi dalam upaya pengembangan budaya literasi masyarakat melalui rumah baca.

“Banyu Bening memliki sumber belajar yang beragam. Hal ini menjadi modal utama yang bisa dijadikan sumber pengetahuan baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke lokasi.”, ungkap Tunggul

Untuk meningkatkan kapasitas pengelola gerakan literasi, Banyu Bening mengadaka workshop dan pelatihan bagi pemuda setempat lewat organisasi karang taruna. Di dampingi oleh para pegiat literasi dari Rumah Literasi Indonesia, selama beberapa bulan kedepan akan mendapatkan coaching sehingga rumah baca bisa mandiri dan mempu mengembangkan inovasi di berbagai bidang.

Scroll to Top