Gramedia Salurkan Donasi Sumber Belajar Ke Rumah Literasi Indonesia

Salah satu cara untuk bisa berkontribusi meningkatkan budaya literasi masyarakat adalah dengan berdonasi. Seperti yang dilakukan oleh para pelanggan Gramedia, dimana setiap orang yang berbelanja di pusat toko buku ternama ini secara langsung bisa menyisihkan uangnya untuk beronasikan mendukung program pengembangan budaya baca masyarakat di seluruh tanah air.

Terhitung sejak September 2020, donasi dari pelanggan melalui kasir di 120 gerai Gramedia yang tersebar di 33 provinsi dan 53 kota di Indonesia dikumpulkan untuk kemudian disalurkan kepada para penggerak literasi di komunitas atau yayasan yang selama ini konsen untuk membantu warga dalam menciptakan budaya belajar di lingkungan melalui rumah baca/taman baca.

Nurul Hikmah, Project Manager Gerakan 1000 Rumah Baca (#1000rumahbaca) menyambut baik upaya yang dilakukan oelh Gramedia. Menurutnya ada banyak sekali relawan yang selama nii bergerak untuk memilih jalan sunyi membangun ekosistem belajar yang positif fi sekitar kampong halamannya. Sehingga perlu upaya kolaborasi agar akses informasi terbuka lebar bagi mereka yang tinggal di pinggiran atau pedalaman.

“Saya melihat Gramedia memiliki komitmen tinggi dalam membantu para penggerak di Rumah Literasi Indonesia sejak awal gerakan ini diinisiasi di Banywangi dan menyebar di berbagai kota di Indonesia”, ungkap Nurul Hikmah

Rumah Literasi Indonesia adalah salah satu penenerima manfaat dari program ini. Dimana bentuk donasinya berupa kebutuhan terkait penunjang program. Seperti, buku bacaan anak-anak dan alat permainan edukatif.

Meski pandemi, semangat para penggerak rumah baca yang menjadi anggota jejaring Rumah literasi Indonesia terus melakukan berbagai terobosan kegiatan, baik yang dilakukan secara daring memanfaatkan internet sebagai media belajar hingga kegiatan luring dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Rencananya buku-buku hasil donasi dari Gramedia ini, sebagai akan didistribusikan ke jejaring Rumah Literasi Indonesia untuk mensupport rumah baca yang benar-benar membutuhkan tambahan  sumber belajar. Terutama mereka yang letaknya di pelosok-pelosok desa.

“Program Bookbuster salah satu agenda yang akan kita kerjakan dalam waktu dekat, sehingga kami bisa berkunjung untukmelihat langsung aktivitas dan perkembangan para pengelola rumah baca sambil memberi dukungan moral dan materi berupa buku-buku bacaan yang berkualitas”, tegas Nurul Hikmah.