Kenduri Bangsa Gerakkan Pemuda Olah Botol Plastik Jadi Produk Bernilai

Kenduri Bangsa Gerakkan Pemuda Olah Botol Plastik Jadi Produk Bernilai

Membuang sampah adalah keterampilan yang paling primitive dimiliki oleh manusia. Hal ini yang menyebabkan urusan sampah jadi semakin serius. Bayangkan saja jika orang 1 kampung setiap hari memproduksi sampah di rumah tangga kemudian dibuang begitu saja di tempat sampah. Perilaku semacam inilah yang membuat TPA yang ada di berbagai wilayah menjadi menggunung.

Berangkat dari persoalan tersebut, Karang Taruna Kenduri Bangsa yang berlokasi di Dusun Gunung Remuk mencoba mengambil peran kecil untuk mengelola sampah plastik.

Pasca pelatihan pengolahan sampah yang difasilitasi oleh PT. Pertamina, Kenduri bangsa yang dimotori oleh anak-anak muda lingkungan Kampung Anyar mengkampanyekan gerakan pemanfaatan botol plastic untuk diolah menjadi produk bernilai dan bermanfaat.

Nanang, pengurus Kenduri Bangsa mengeluhkan kondisi lngkungan, khususnya di sungai yang penuh dengan sampah plastic. Menurutnya, kebiasaan warga harus diubah pelan-pelan dengan cara menyebarluaskan informasi tentang tata kelola plastik agar warga tidak membuangnya ke tempat sampah apalagi ke sungai.

“Perlu wawasan dan keterampilan, agar warga bisa percaya bahwa sampah bisa menjadikan berkah. Lewat seminar, pelatihan dan kampaye terus-menerus, kebiasaan warga pasti akan berubah”, ungkap Nanang.

Saat ini, Kenduri Bangsa tak hanya bergerak membuang sampah warga di lingkungan ke TPS dengan motor roda tiganya, tapi sudah mengarah ke Ecopreneur. Yaitu, mengelola sampah plastik untuk diolah menjadi produk kerajinan yang bernilai dan bermanfaat.

Botol bekas yang mereka kumpulkan berasal dari warga dan perusahaan yang berlokasi di Desa Ketapang. Botol tersebut kemudian di potong dan digunting untuk dirangkai melalui metode anyaman. Hasil anyaman lalu irangkai menjadi berbagai macam produk.

Nanang menambahkan, pemuda Kenduri Bangsa akan terus mengembangkan wawasan dan keterampilannya melalui kolaborasi dengan berbagai kelompok dan instansi pemerintah ataupun swasta. Menurutnya, sampah tidak boleh lagi hanya menjadi tanggungjawab petugas kebersihan, tapi setiap orang punya tanggungjawab membangun lingkungan yang bersih dan nyaman untuk keberlanjutan hidup lintas generasi.

Comments

comments