Merawat Cita – Cita Melalui Kolaborasi Pengasuhan Keluarga Di Kampung Bongkoran

Kelas parenting yang diadakan dibagi dalam dua sesi, yaitu kelas Parenting dengan konsep pengasuhan dengan cinta yang dimotori oleh inspirator Nurul Hikmah yang merupakan salah satu sahabat dalam program Rangkul kelas parenting. Kelas itu mendapat antusias penuh dari Bapak Ibu kampung Bongkoran, mereka belajar bagaimana pengasuhan dengan CINTA yang bermakna dan dengan penuh komitmen dan saling merefleksikan diri selama ini dalam hal pengasuhan.  Lalu pada lifeskill yang dimotori oleh inspirator Sapto Widodo atau Om Wied sapaan akrabnya yang merupakan seorang Fashionpreneur ini tak kalah mendapat antusias penuh dari para orang tua, mereka belajar membuat ketrampilan eco-print dari bahan alam dedaunan yang ada disekitar dengan peralatan dan model pembuatan yang sederhana namun hasil yang memuaskan. Alat dan bahan yang sederhana ini diajarkan agar orang tua dapat berkreasi dari alam, sehingga konsep terpinggirkan akan memudar seiring dengan kreatifitas yang mereka miliki.

Upaya peningkatan gerakan literasi berbasis perpustakaanpun dilakukan. Donasi buku tak hanya dilakukan disekolah sasaran yaitu SDN 4 Wongsorejo dengan pemberian ratusan eksemplar buku sebagai sumber belajar. Namun, juga para relawan melakukan bedah rumah baca di rumah baca Bongkoran. Para relawan membedah rumah baca dengan lebih menyenangkan, menggambar dengan banyak pesan yang tersirat didalamnya, mulai dari menjaga lingkungan, Bhineka tunggal ika dan tentu saja adalah pesan moral dari literasi itu sendiri yang menjadi jargon dari gerakan kami “Pantang Tanya Sebelum Baca”. Hal ini kami lakukan sebagai sarana bahwa ketika sumber belajar sudah ada dan tempat belajar yang menyenangkan maka minat membaca anak dapat terfasilitasi.

Panggung Literasi menjadi malam puncak dari kegiatan Inspirasi Sekolah Literasi yang melibatkan warga kampung. Acara dilakukan di omah tani kampung Bongkoran. Acara yang dilakukan menjadi sangat meriah yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stansa, suasana haru ada pada saat menyanyikan Indonesia raya. Pak Yatno Ketua kelompok tani Bongkoran mengatakan bahwa sangat jarang mereka mendengar dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Panggung literasi yang didampingi oleh para relawan menampilkan berbagai pertunjukan dari anak-anak mulai dari tarian, nyanyian, drama, dongeng serta didukung dengan kehangatan api unggun dan kemeriahan kembang api. Malam itu terasa begitu sangat meriah. Kebagaiaan kami memuncak saat melihat tawa, kumpul, guyub rukun mereka disana, kami seolah menjadi saksi bagaimana kampung ditengah hutan yang biasanya sepi, panggung literasi hadir dan membuat pecah acara.

            Pagi hari ditengah sunrise dalam hamparan ladang luas di kampung Bongkoran pertanda bahwa pagi itu pagi terahir kami acara ISL jilid 10 ini. Kegiatan akhir kami adalah menanam puluhan pohon. Rumah Literasi Indonesia berkolaborasi dengan Rotary Banyuwangi melakukan penanaman pohon sebagai langkah awal menjaga perbaikan ekosistem di area Kampung Bongkoran. Kagitaan tanam pohon itu juga disambut hangat oleh para kelompok tani. Pak Yatno dan beberapa warga membantu menggalikan lubang tanam pohon dan memilihkan lokasi penanaman berbagai jenis pohon.

Relawan menyatakan bersyukur bisa menjadi saksi kebahagiaan dalam gerakan ini, bahagia bisa turut berkontribusi mengikis kesenjangan pendidikan dengan melihat secara langsung potret pendidikan di kampung Bongkoran, karena mendidik adalah tugas dari seorang yang terdidik. Kami berharap, gerak kerelawanan akan terus mengakar hingga pelosok Negeri. Sampai jumpa dalam gerakan selanjutnya. Salam Literasi !

           

Scroll to Top