“Ini adalah salah satu program yang berkonten edukatif, kalau jaman dulu kita punya Ria Jenaka di TVRI, tapi jaman now, kami punya OPLOSAN. Di dalamnya banyak sekali pembelajaran yang bisa didapat karena yang kita angkat menjadi tema selalu relevan dengan isu yang lagi berkembang di masyarakat” jelas Faisal Riza, laki-laki yang sudah 17 tahun mendalami dunia pantomime.

OPLOSAN sudah ada 4 episode. Episode pertama, mengangkat tentang inovasi di Desa Ketapang yaitu Desa Literasi. Episode kedua, mengankat isu tentang pola asuh berbasis kolaborasi dengan mendatangkan salah satu pakar di bidang parenting. Episode ketiga, membedah tentang partisipasi masyarakat dengan berdesa, mendatangkan tokoh yang selama ini menjadi konsultan dalam tata kelola desa di Banyuwangi. Kemudia episode yang kelima, OPLOSAN menggali lebih dalam tentang capaian program di Kecamatan Singojuruh yang berhasil menggerakkan pemuda untuk dilibatkan dalam membangun desa melalui seni dan budaya.

Rencananya, OPLOSAN akan berkunjung dari desa ke desa dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menyiapkan tayangan yang edukatif bagi warga Banyuwangi. Ada sekitar 189 desa / 28 kelurahan yang nantinya berkesempatan bekerjasama dengan program ini.
“Untuk mendukung kemajuan desa, salah satunya perlu menumbuhkan semangat berkolaborasi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu warganya agar memiliki pengetahuan yang luas dalam mengelola desa. Masyarakat harus bangga terhadap desanya sehingga tumbuh sebuah keyakinan bahwa masyarakat mampu sejahtera dengan asset yang dimiliki desa”, pungkas Faisal Riza.