Mendidik anak jaman sekarang beda dengan mendidik anak jaman dahulu. Jaman dahulu jauh dari distraksi distraksi dan dekat dengan tauladan. Dahulu orang tua dengan mudah menjadi contoh anak. Kalau sekarang, banyak yang bisa menjadi contoh. Parahnya, anak merekam dan menganggap benar semua contoh yang dilihat karena masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Guru sudah seharusnya meninggalkan cara cara lama dalam mengajar, mengajar dengan cara biasa yang membuat anak bosan dengan sekolah.
Jika di sekolah yang di tunggu adalah bel pulang, maka Rumah baca yang ditunggu adalah kedatangannya. Entah kenapa, di rumah baca, anak anak selalu antusias belajar dengan senang hati. Rumah baca hadir sebagai alternatif pendidikan dan sekaligus mengontrol distraksi. Banyak metode kreatif yang ditawarkan di rumah baca. Ketika beberapa anak rumah baca yang berafiliasi dengan rumah literasi indonesia ditanya, lebih bahagia mana sekolah dari pagi sampai siang atau seharian di rumah baca? Mereka lebih memilih seharian di rumah baca dari pada 6 hari di sekolah. Cara cara rumah baca di RLI beragam, dan yang pasti kekinian. Tak terlihat ada kekerasan di rumah baca. Mereka melakukan dengan sadar. Bahwa sebenarnya, pendidikan formal bisa menjadi menarik dan ditunggu ketika peran guru menjadi merdeka, mengajak anak belajar sesuai era nya( bukan memaksakan metode metode lama.) dan menjadi sahabat murid.
Saya berharap dengan adanya rumah baca yang ada di indonesia ini, menjadikan alternatif pendidikan, mengisi kekosongan murid yang terlalu dimanjakan oleh gadget.
___________________________________________
Relawan di Rumah literasi Indonesia yang kebetulan menjadi Staff Desa di desa literasi ketapang.