Relawan merupakan kumpulan dari berbagai profesi, jadi sebenarnya berdiskusi dengan mereka semua merupakan pembelajaran yang tak ada habisnya. Karena setiap diri merupakan guru bagi yang lainnya. Berbicara dengan mereka hampir tak pernah bahkan urat-urat dikepala meregang. Ngobrol ngalor ngidul tentang bagaimana potensi Indonesia merupakan salah satu cara kami mencintai negeri ini. Mencintai dengan beraksi dari hal terkecil. Mungkin jika kalian tidak percaya, bolehlah dicoba ngobrol dengan mereka para relawan RLB. Dijamin, asik dan makin menarik. Asal jangan bahas jodoh. Hehe mereka agak sensitif tentang yang satu itu.
Perbedaan diantara kami, para relawan, hampir tak ada. Usia, pengalaman, ilmu dan segalanya tak jadi penghalang bagi kami untuk bertukar ide brilian. Jalan kerelawanan merupakan jalan pintas bagi siapa saja yang ingin belajar dan mendapat banyak ilmu. Tak lagi kau harus menunggu 145 SKS selesai untuk dapat berdiskusi dengan mereka yang luar biasa. Berada disekitar mereka seakan kehangatan dari semangatnya tersampaikan dan seolah panasnya tersalurkan kesemua yang ada disekitarnya. Yang membuat mereka istimewa adalah mereka tak butuh pengakuan seperti kebanyakan orang. Mereka tak butuh posisi atau jadi sorotan kamera. Perkara ada kamera yang menyorot, hmmm ya apa boleh buat, karena yang butuh pengakuan akan berbeda ketika didepan kamera dengan mereka yang murni karena kesadaran. Show up perlu tapi terlena jangan.
Semakin hari, saya menikmati peran ini. Peran mejadi relawan. Karena ini adalah pilihan. Relawan dimataku, Relawan itu tanggap ketika ada yang terperangkap (baca:buta pengetahuan), relawan itu bangga ketika semua tersenyum bahagia, relawan itu bangkit ketika semua mulai tak optimis, relawan itu bersatu ketika yang lain mulai bilang “inilah aku”. Relawan itu sadar ketika dirinya bukan manusia super, sadar dirinya bukan makhluk ajaib yang merubah dunia. Karena kesadarannya makanya mereka seneng banget bersama-sama, bersatu, berkumpul jadi satu (baca: jomblo terselubung). Hahhaha Masih tak percaya kalau mereka seneng bareng-bareng? Okelah, lihat setiap acara mereka, Literasik, Bookbooster, ecoliteracy, goes to school, dan lain-lain. Ini salah satu bukti bahwa mereka tak dapat dipisahkan. Bukan tanpa alasan. Karena kekuatan terbesar menjadi relawan adalah kekuatan bersatunya.