Banyuwangi Inisiasi Forum Peduli Disabilitas (FPD) Dukungan USAID – Mitra Kunci

Nooh Umar, selaku Ketua Forum Peduli Disabilitas (FPD) Banyuwangi menyambut baik program ini, pasalnya Banyuwangi juga perlu lebih serius untuk bisa mengelola data kelompok disabilitas yang tersebar di 25 Kecamatan melalui database. Sebab, masih banyak yang belum bisa mengakses informasi terkait peluang bekerja di perusahaan teramasuk bagi mereka yang ingin membangun usaha mandiri.

“Kami melihat beberapa perusahaan berkomitmen untuk mau menerima teman-teman difabel, hanya saja mereka belum memahami bagaimana mekanisme untuk bisa merekrutnya serta keterampilan yang saat ini dimiliki oleh teman-teman difabel.”, ungkap Umar yang juga menjadi Sekretaris PPDI Banyuwangi.

Dalam kegiatan Workshop sekaligus pembentukan Forum Peduli Disabilitas, Terdapat sejumlah instansi pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan perusahaan yang memiliki program pinjaman atau pendanaan modal usaha untuk penyandang disabilitas, yaitu: BAZNAS, Yayasan Nurul Hayat, Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Jumlah pinjaman yang diberikan oleh setiap bank bervariasi. BRI memberikan pinjaman Rp5 – Rp10 juta, BNI memberikan pinjaman mikro maksimal Rp50 juta dan pinjaman super mikro maksimal Rp10 juta, dan Bank Jatim menyediakan pinjaman Rp 5 – 500 juta.

Pada dasarnya persyaratan pokok administratif untuk mendapatkan pinjaman dari bank adalah adanya usaha yang aktif (selama tiga atau enam bulan) dan ada fotokopi KTP. Namun demikian, masing-masing bank memiliki syarat tambahan yang berbeda.

Untuk memastikan keberlanjutan program, USAID Mitra Kunci telah menempatkan 1 orang Distric Focal Point (DFP) Banyuwangi yang nanti akan menjadi fasilitator di Tingkat Kabupaten dan bekerja dengan stkae holder dalam membangun akses ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif.

Scroll to Top