Bookbuster : Mengikis Kesenjangan Akses Buku Di Pelosok Desa

Memperingati hari Buku Sedunia pada tanggal 23 April 2021, Yayasan Rumah Literasi Indonesia menyelenggarakan program Bookbuster 2021 Etape I. Melalui open recruitment yang dibuka 2 minggu sebelum hari pelaksanaan, belasan relawan yang memiliki hobi jalan-jalan alias traveling bergabung untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Program Bookbuster ini bertujuan untuk mengikis kesenjangan akses sumber belajar di pelosok-pelosok desa. Molla Maulidi, selaku Project Manager Bookbuster melihat minimnya perhatian pemerintah untuk memberi dukungan penyediaan buku-buku berkualitas bagi anak-anak di desa. Menurutnya, selama ini para penggerak literasi di desa bekerja keras untuk bisa menyiapkan sumber belajar secara mandiri.

“Perhatian soal literasi mulai dari tingkat desa sampai kabupaten memang belum optimal, bayangkan saja, sebagian besar jejaring anggota rumah baca yang jumlahnya puluhan tersebut hanya di support dari Rumah Literasi Indonesia”, ungkap Molla.

Sejak tahun 2015 program Bookbuster ini diinisiasi telah banyak membantu para penggerak rumah baca di desa-desa. Selain mendapatkan buku yang sangat beragam, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi untuk bisa melihat perkembangan rumah baca yang selama ini menjadi anggota jejaring Rumah Literasi Indonesia.

Yang lebih menarik, relawan yang baru bergabung di kegiatan Bookbuster bisa merasakan dan melihat langsung potret pendidikan di sebuah kampung. Dimana ada banyak sekali tantangan yang dihadapi para penggerak rumah baca untuk bisa bertahan menyiapkan dan mengembangkan ekosistem belajar yang positif.

Betty, founder TBM Salamrejo yang disambangi relawan Bookbuster ini mengaku senang karena bisa mendapat dukungan buku-buku yang jumlahnya sangat banyak. Selama ini, ia belum pernah melihat dan terlibat dalam kegiatan yang semacam ini.

“Gak nyangka aja bisa dapat buku bacaan sebanyak ini. Anak-anak biasanya rebutan kalau mau baca buku, tapi sekarang mereka bisa memilih sesuai dengan apa yang ingin dibaca karena jumlahnya semakin banyak.”, ungkap Betty.

TBM Salamrejo dipilih menjadi lokasi target Bookbuster 2021 Etapi I karena melihat antusiasme kegiatan anak-anak di kampung tersebut. Meskipun TBM ini baru didirikan, tapi semangat relawan penggeraknya bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya. Ada banyak program-program kreatif yang sudah dikerjakan sehingga hal ini menjadi salah satu indikator lokasi Bookbuster dilaksanakan selain memang TBM Salamrejo adalah anggota jejaring RLI yang aktif.

Untuk etape selanjutnya, tim Bookbuster yang dimotori oleh Molla Maulidi akan terus menggalang donasi buku sebelum disalurkan kepada rumah baca yang menjadi target kegiatan. Kemungkinan setelah pertengahan tahun tim akan melakukan maping rute Bookbuster di daerah selatan Banyuwangi.