Berkarya Tanpa Batas Ala Rumah Baca Gubug Laskmi

Kegiatan di RB Gubug Laksmi sering kali diawali dengan outbond seperti permainan ruang dan warna, ruang dan angka, tembak dor dan lain ain. Aktivitas lainnya adalah memberikan anak anak ruang kreasi misalnya mengungkapkan ide, gagasan, pengalaman melalui kegiatan melukis kemudian mempresentasikannya di depan teman-temannya, bermain drama, bermain pantomim, berkreasi dengan barang bekas atau sampah, melukis kaleng kaleng bekas, dan juga belajar bahasa inggris.

 

“Anak-anak merasa senang bisa mengisi liburan di rumah baca, mereka di sekolah juga belum pernah merasakan cara belajar sambil bermain dengan menggunakan media kesenian dan hobi. Salah satunya dengan bermain lompat bambu. Anak-anak dilatih kerjsama dan kepekaan mengikuti irama agar mereka bisa melewati tantangan dalam permainan. Denagn ini mereka bisa belajar mengasyikkan, bermain mencerdaskan”, pungkas Kak Ayul.

Dalam meningkatkan budaya literasi memang tak harus di awali dengan membaca buku. Rumah baca yang dikelola Kak Ayul dan para relawan terbukti bisa mengajak anak-anak mulai mencintai buku dengan media permainan dan kesenian. Diperlukan gagasan yang kreatif untuk bisa menumbuhkan semangat belajar, terutama bagi pengelola rumah baca.

 

Kak Ayul menjelaskan bahwa mereka semakin dekat dengan buku ketika diberi tatangan untuk menemukan literatur saat bermain permainan tradisional.  Relawan akan memberikan pertanyaan yangberkaitan dengan tema tertentu, sehingga anak-anak mencari jawaban salah satunya dengan buku yang disediakan di rumah baca.

 

Saat ini kolesi buku RB Gubug Laksmi diadakan secara mandiri juga bantuan dari Yayasan Rumah Literasi Indonesia. Dalam waktu dekat mereka akan terus bekerjsama untuk meningkatkan fasilitas terutama menambah koleksi buku yang berkualitas untuk anak-anak.

Scroll to Top