Berdesa di Era Generasi Langgas

Mulailah dengan apa yang kau cintai, begitu kata buku Rene yang saya baca.
Apa yang saya cintai?
Buku.
Saya komat-kamit sendiri.
Setelah buku apa?
Bikin rumah baca!
Saya pulang dengan membawa 250 judul buku yang saya kumpulkan selama tiga tahun. Setelah ada buku dan rumah baca? Lalu bagaimana caranya, bahwa apa yang saya lakukan bisa dilakukan dikampung lain? Gelisah lagi saya ;-D
Yang luput saya pikirkan adalah bahwa waktu terus berjalan dengan pertumbuhan generasi yang luar biasa. Ditambah dahsyatnya pertumbuhan internet yang mempengaruhi sebuah generasi berkembang.

Internet.
Inilah yang menghubungkan saya dengan kawan-kawan relawan di @rumahliterasibanyuwangi dengan cepat;-) semua terhubung tanpa batas. Semua bisa saling belajar. Semua bisa saling berbagi kebaikan. Pun kejahatan. Tentu yang ini tergantung setiap kita, bagaimana menyikapinya.
Itu mengapa, generasi hari ini disebut generasi langgas.
Generasi cepat.
Bukan Generasi Instan.
Generasi yang dihadapkan dengan banyak pilihan dalam satu waktu ( Too many things in one plate). Generasi yang copy paste, tapi kreatif.

Untuk mengetahui perkembangan generasi hari ini, kita bisa belajar dari karakter-karakter mereka : collective (generasi yang memiliki solidaritas tinggi dalam ikatan kelompok); customization (generasi yang semakin sadar bahwa local wisdom yang mereka miliki bisa menjadi bekal untuk menjadi berbeda) ; community ( generasi yang ingin turut serta dalam pembangunan kota mereka agar lebih maju dan lebih akomodatif terhadap youth culture) ; close to family ( mereka menilai bahwa nilai-nilai luhur seperti hormat pada orang tua menjadi sesuatu yang sangat berharga. Apalagi sebagian besar orang tua mereka sekarang tidak sekeras orang tua generasi sebelumnya) ; change over generation ( generasi kini jadi lebih kritis dan berani menyampaikan pendapat dampak dari transisi politik dan masa reformasi) ; chasing inspiration ( generasi yang suka mencari role model/panutan/tokoh baik nasional atau pahlawan) ; connected ( generasi yang terhubung dengan dunia luar melalui internet dan tentu infrastruktur yang mendukung generasi hari ini terhubung begitu dahsyat cepatnya) ; confidence (percaya diri untuk out of the box , mencoba hal baru).

Bisa dibayangkan, karakter-karakter itu juga ada didesa, rasanya desa menjadi kekuatan sebuah bangsa, benar adanya.

Namun tak semua karakter-karakter diatas bisa ditemukan di pelosok negeri ini. Bisa jadi mereka lahir ditahun yang sama, namun karena akses informasi yang lambat, mereka tak memiliki karakter-karakter langgas. Generasi millennials di desa akan berbeda dengan di kota.

Jika pemerintah Desa sadar akan hal ini, maka ratusan generasi langgas bakalan ditemukan di desa. Desa mulai gerilya mencari pemuda yang kuliah dan berpotensi. Lalu segera merespon atas kegelisahan dan ide-ide mereka tentang generasi muda, pendidikan, lingkungan dan budaya yang tengah mengalami perubahan disekeliling mereka. Saya kok yakin, mereka ada! Lalu yakinkan mereka untuk berjuang di desa. Dan pasti mau!

Maka Desa tak lagi didatangi orang-orang kota untuk mengajari mereka hal-hal bijak dan kebaikan. Tapi orang-orang desa (anak-anak desa) punya kesadaran untuk pulang dan mendidik diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar kampungnya.

Lalu, biarkan orang-orang kota datang untuk belajar ke desa 😉

Kata iwan fals, Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan
Tapi lintah darat pun bergentayangan
Untuk apa punya pemerintah
Kalau hidup terus terusan susah

Saatnya,
DESA MENDIDIK bukan MENDIDIK DESA.
Desa harus jadi kekuatan ekonomi.
Dan kekuatan baru didunia Literasi.

NB.
Dan saya membuktikan.
Menulis tak mesti harus jadi jurnalis. Sedikit ilmu literasi saya dari Persma masih bermanfaat.
Di desa saya berkembang 😉
Kamu? kalau belum, kita harus ketemu hehe..

#DesaMendidik #KampanyeLiterasi #KampanyeBaca #RumahBaca #RelawanMuda
#BanggaJadiRelawan #PantangTanyaSebelumBaca

___________________________________________

NURUL HIKMAH

Co founder Rumah literasi banyuwangi, Pengelola Rumah Baca sahabat kecil ketapang, pengajar di PAUD sahabat Kecil, dan relawan rumah literasi indonesia

Scroll to Top