Setelah 2 tahun Desa Ketapang dikenal dengan Desa Literasi, partisipasi masyarakat terus tumbuh untuk bisa terlibat dalam pembangunan. Hal ini terlihat dari geliat anak-anak muda desa yang membuat wadah aktualisasi melalui gerakan literasi baik melalui Rumah baca maupun Karang Taruna.

Gerakan literasi menjadi priorotas program yang dijalankan pemuda dan relawan untuk bisa mengawal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa. Terlebih masalah yang saat ini masih menjadi tantangan adalah budaya literasi yang masih rendah di masyarakat.
Untuk menyikapi hal tersebut, beberapa waktu lalu. Di Dusun Gunung Remuk telah diinisiasi Karang Taruna yang di gagas oleh relawan dari Rumah Literasi Indonesia. Karang taruna yang berasal dari lingkungan “Paliran” beranggotakan 25 orang yang kebanyakan adalah dari para pelajar dan mahasiswa. Mereka menamai Karang Taruna Tulip yang merupakan singkatan dari Tunas Literasi Paliran.

Ismawati, Ketua Karang Taruna Tulip yang juga berstatus sebagai mahasiswa menjelaskan bahwa dirinya dipercaya untuk mengemban amanah selama 5 Tahun untuk menjadi motor penggerak organisasi di Karang Taruna Tulip. Dalam waktu dekat, ia akan memimpin Raker (Rapat Kerja) agar semmua anggota dapat menuangkan aspirasi dan ide kreatif untuk kepentingan masyarakat sekitar Desa Ketapang.