Desa Literasi Kampanyekan Iuran Publik Lewat BUMDES

“Saat ini teman-teman relawan yang konsen sebagai pengelola rumah baca sangat terbantu untuk mengembangkan socioenterpreneurship. Hal ini penting agar rumah baca bisa terus berinovasi untuk gerakan literasi di masyarakat”, ungkap Nurul Hikmah.

Menariknya, semua produk yang dibuat oleh relawan bukan untuk dijual. Namun misinya adalah mengajak orang untuk berdonasi mengembangkan budaya literasi di masyarakat. Produk yang bisa dipilih sangat beragam. Misal, dengan donasi senilai Rp. 100.000,- artinya setiap orang sudah ikut membantu gerakan literasi. Pembeli akan mendapatkan 1 buah kaos dengan tagline “Pantang Tanya Sebelum Baca”. Atau donasi dengan nilai Rp. 10.000, setiap orang mendapatkan 1 buah pin/bros  atau berupa gantungan kunci sebagai bukti kepada setiap orang yang sudah terlibat iuran public untuk pendidikan.

Samsul, Ketua BUMDES Citra Mandiri, Desa Ketapang mengaku senang bisa ikut berperan dalam memberdayakan sektor ekonomi bagi kelompok masyarakat di desa. Apalagi saat ini pemasaran semua bentuk produk melalui e-commerce yang dikelola oleh pemerintah desa. Tentu ini akan memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk mendapatkan layanan maupun produk via online.

“Desa Ketapang tidak hanya menjadi rujukan untuk belajar tentang layanan Smart Kampung, tapi setiap orang bias belajar tentang komitmen Desa Ketapang dalam membangun Sumber Daya Manusia melalui program Desa Literasi. Masyarakat dituntut bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa harus menghilangkan kearifan local yang ada”, jelas Samsul Ketua BUMDES yang mencintai dunia kuliner.

Scroll to Top