
Setelah sesi nonton film bertema pendidikan, warga mendapatkan informasi tentang kondisi faktual yang terjadi hari ini. DIantaranya terkait tentang contoh-contoh kasus yang terjadi di masyarakat. Mulai dari urusan interaksi keseharian di keluarga, pendidikan anak berkebutuhan khusus, kekerasan terhadap anak hingga potensi masalah kesehatan yang muncul akibat lingkungan yang kurang mendukung.
Nur Halima, salah satu peserta Sekolah Pengasuhan merasa senang bisa terlibat dalam acara yang digelar oleh para relawan. Sebab ia bisa berbagi cerita tentang pengalamannya dalam mendidik anak kandungnya yang kebetulan berkebutuhan khusus.

“Setiap orangtua bisa saling belajar. Saya merasa terbantu, sebab masyarakat di sekitar rumah lebih memahami tentang peran lingkungan ketika ada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Hal ini tentu perlahan bisa mengikis stigma dan diskriminasi”, ungkap Nur Halima
Nur Halima berharap, Sekolah Pengasuhan ini harus terus berjalan, sebab masyarakat yang tinggal di daerah pelosok sangat membutuhkan lebih banyak informasi dan pengetahuan tentang pendidikan keluarga yang baik.