Dibalik Desa yang Hebat, Ada Ibu yang Kuat

Ibu benar benar menjadi sekolah pertama anak. Mayoritas waktu anak dihabiskan di pelukan ibu. Berdesa tanpa didukung ibu hebat maka akan susah jalannya. Ibarat dua kepala kereta yang sedang langsir,  jika kepala belok kiri maka  gandengan harus belok kiri, jika berjalan lurus harus mendorong. Ibu ini menjadi awal dari peradaban, konon ibu cerdas melahirkan anak yang cerdas pula. Banyak organisasi yang mulai mengurus ibu dan calon ibu sebagai kader,  karena selain multitasking,  ibu melahirkan generasi. Ibu kuat mencetak generasi yang tangguh.

Ketua tim PENGGERAK PKK harusnya mempunyai penting dalam berdesa. Tidak hanya melulu melakukan arisan (terkadang apa yg diucap lebih banyak dr apa yang didapat) Kegiatannya.  Harus inovatif,  harus bergerak.  Tak semuanya bisa dilakukan oleh kepala desa (laki laki). Hal hal sensitif tentang perempuan misalnya, tidak mungkin bisa seseorang lelaki menjangkaunya.

Kurangnya role model, dalam berdesa dan memiliki ibu desa membuat stagnansi sebuah desa padahal jumlah dana yang diterima sudah lumayan gede.  Desa sudah tidak lagi repot untuk mencari dana, mencari PADes. Desa kini hanya bergerak mengelola anggaran. Bayangkan jika ibu desa tak memiliki kemampuan dalam memanaje anggaran, memiliki trobosan dalam berkegiatan. Ibu kepala desa dituntut untuk memiliki soft skill.

Jadi,  untuk para calon bapak,  sudahkah ketemu dengan calonmu yang tangguh?

Scroll to Top