Hari ibu dan konsep Maskulinitas

Ketika hanya satu kualitas kelelakian yang dapat di terima, maka kualitas-kualitas kelelakian lainnya di anggap menyalahi kelaziman, di anggap laki-laki setengah atau tidak komplit. Tulisan ini bermaksud untuk menggambarkan bahwa sebenarnya tidak ada kualitas kelelakian yang tunggal. Pola pikir yang melihat kualitas kelelakian yang tunggal berdampak pada adanya hirarki dalam kelelakian. Dengan demikian tidak hanya laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap perempuan, akan tetapi laki-laki juga melakukan kekerasan terhadap laki-laki.

Pertanyaannya adalah, apakah benar ukuran kelelakian hanya di lihat dari ukuran dan bentuk tubuh? Bila demikian bukankah itu sama dengan mereduksi kemanusiaan laki-laki menjadi hanya semata-mata bentuk dan ukuran tubuhnya. Bagaimana dengan kecerdasan, keahlian, kreatifitas, teguh pendirian, supportif, anti kekerasan, penuh kasih sayang, menyukai pekerjaan domestik seperti memasak, dan mengasuh anak? Apakah hal tersebut tidak menjadi ukuran kelelakian?

#KeadilanGender

Oleh: faisal riza

Scroll to Top