Merayakan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025, Yayasan Rumah Literasi Indonesia menggagas program Inspirasi Sekolah Literasi (ISL) Jilid 13. Kali ini SDN 4 Kebonrejo menjadi sekolah target yang lokasinya di wilayah perkebunan kopi Malangsari di Kecamatan Kalibaru.
Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai kota di Indonesia. Mereka menjalakan kegiatan selama 3 hari di sekolah dengan membawa misi untuk menumbuhkan budaya literasi melalui berbagai kegiatan. Dimana para relawan dari berbagai macam profesi bertugas untuk mengajar dan menginspirasi di ruang-ruang kelas. Tak hanya mengajar, relawan juga membedah perpustakaan sekolah yang sudah lama mati suri dengan menyulap ruangan agar lebih menarik serta menyumbangkan buku-buku bacaan yang berkualitas.

Para relawan yang bergabung meluangkan waktunya untuk menjadi relawan di program tersebut dan rela mengambil cuti kerja demi menyapa adik-adik di pelosok desa. Peran relawan juga beragam, diantaranya mereka bisa memilih menjadi Relawan Fasilitator, Relawan Inspirator, Relawan Fotografer dan Videografer.
Lilis Indah Rahmawati, selaku Project Manager Inpirasi Sekolah Literasi mengapresiasi kehadiran para relawan yang bersedia untuk hadir secara langsung melihat potret pendidikan yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota dengan jalan berbatu dengan signal komunikasi yang sulit.
“Program ISL merupakan perayaan aksi di momentum hari Pendidikan Nasional. Mereka yang bergabung dalam program ini diwajibkan menginap di sekolah sehingga benar-benar bisa fokus untuk berperan menjalankan tugas sebagai relawan”, ungkap Lilis.

SDN 4 Kebonrejo terpilih menjadi mitra program ISL ini karena berada di daerah yang jauh dari akses karena beda di tengah-tengah perkebunan kopi. Selain itu, perpustakaan sekolah masih belum aktif karena sumber belajar berupa buku masih sangat terbatas.
Rumah Literasi indonesi berkomitmen untuk terus menjalankan kerja-kerja menumbuhkan literasi di kalangan sekolah dan masyarakat. Dengan adanya program ini, warga sekolah dan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas untuk memperoleh pengetahuan dan informasi. Sehingga jika perpustakaan sekolah hidup maka akan menjadi bagi siswa untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi.