Kembangkan Ekowisata, PT. Pertamina Latih Kader Kelola Sampah Plastik

Kehadiran Integrated Terminal Manager Tanjungwangi (PT. Pertamina) untuk berkolaborasi dengan kelompok warga menjadi stimulus dan pematik dengan tujuan menjadikan Desa Ketapang sebagai tujuan wisata berbasis pendidikan. Melalui inisiasi ekowisata, Pertamina akan membantu mengembangakan potensi lokal yang ada melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

Atsani, Bidang CSR Integrated Terminal Manager Tanjungwangi mengapresiasi prakarsa warga yang selama ini terlibat untuk mengembangkan potensi lokal desanya. Apalagi keberadaan rumah baca yang dikelola Rumah Literasi Indonesia ini bisa menjadi ruang pengembangan bakat dan minat warganya.

“Sudah ada modal sosial yang menjadi sumber kekuatan utama dalam membanguan ekowisata. Untuk itu kami akan bertahap mendampingi kelompok warga, selain menumbuhkan kesadaran untuk peduli lingkungan, warga harus bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan mengelola sampah menjadi produk yang bernilai”, ungkap Atsani saat memberi arahan kepada peserta pelatihan.

Selama dua hari, warga dibekali wawasan dan keterampilan tentang pengolahan sampah kering khususnya berbahan plastik. Didatangkan Pertamina dari Kota Surabaya, Risnani Pudji Rahayu melihat ada banyak potensi lokal yang bisa dimanfaatkan warga untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

“Mendengar kata Ketapang, saya jadi ingat pohon tersebut. Disini harus ditanam kembali, sebab lewat pohon tersebut tak hanya membuat lingkungan teduh, tapi daunnya bisa digunakan sebagai pewarna alami”, ungkap Risnani Pudji Rahayu yang akrab dipanggil Riris.

Scroll to Top