Tunggul Harwanto , selaku CEO Rumah Literasi Indonesia dalam agenda safari literasi berbagi pengalaman praktis tentang kerja kolaborasi dengan berbagai pihak agar rumah baca memiliki unit wirausaha yang produktif sehingga mampu menghasilkan dampak sosial yang lebih besar khususnya dalam peningkatan wawasan dan keterampilan warga.

Beranggota lebih dari 50 taman baca, Rumah Literasi Indoensia saat ini telah mengembangkan wirausaha social di berbagai bidang. Diantaranya paket Wisata Literasi, Rumah Produksi, Mercendise Literasi, Streetshop, Ecopreneur sampai bisnis Jasa Konsultan.
“Taman baca harus beradaptasi dengan kondisi zaman. Saat ini milenial punya cara sendiri untuk bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Menariknya mereka punya cara-cara baru untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan budaya literasi”, ungkap Tunggul.
Melalui wirausaha social, Rumah Literasi Indonesia saat ini telah menjadi lembaga mitra tidak hanya oleh pemerintah, namun juga sempat dengan perusahaan international, seperti Alibaba Foundation. Perusahaan besutan Jack Ma ini sempat menggandeng Rumah Literasi Indonesia untuk membagikan 10.000 eksemplar buku anak-anak ke seluruh anggota jejaringnya.