“Perlu wawasan dan keterampilan, agar warga bisa percaya bahwa sampah bisa menjadikan berkah. Lewat seminar, pelatihan dan kampaye terus-menerus, kebiasaan warga pasti akan berubah”, ungkap Nanang.
Saat ini, Kenduri Bangsa tak hanya bergerak membuang sampah warga di lingkungan ke TPS dengan motor roda tiganya, tapi sudah mengarah ke Ecopreneur. Yaitu, mengelola sampah plastik untuk diolah menjadi produk kerajinan yang bernilai dan bermanfaat.
Botol bekas yang mereka kumpulkan berasal dari warga dan perusahaan yang berlokasi di Desa Ketapang. Botol tersebut kemudian di potong dan digunting untuk dirangkai melalui metode anyaman. Hasil anyaman lalu irangkai menjadi berbagai macam produk.

Nanang menambahkan, pemuda Kenduri Bangsa akan terus mengembangkan wawasan dan keterampilannya melalui kolaborasi dengan berbagai kelompok dan instansi pemerintah ataupun swasta. Menurutnya, sampah tidak boleh lagi hanya menjadi tanggungjawab petugas kebersihan, tapi setiap orang punya tanggungjawab membangun lingkungan yang bersih dan nyaman untuk keberlanjutan hidup lintas generasi.