Kerja Barengan : Pemuda dan Relawan Inisiasi Wisata Literasi di Bukit Pancoran

Kapala Desa Ketapang, Slamet Kasiono menegaskan bahwa semua perangkat desa siap mendukung program kampanye literasi. Karena Program Desa Literasi di Desa Ketapang merupakan program inovasi yang sangat erat kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia. Sudah berjalan setahun, program Desa Literasi memberi dampak yang positif bagi masyarakat. Karena tugas mendidik masyarakat adalah tangggungjawan yang harus diambil semua pihak.

“Tugas negara salah satunya adalah menyiapkan infrastruktur melalui kebijakan-kebijakan.Tapi, tugas membangun perubuhan sosial harus diambil bersama-sama khusunya mereka yang terdidik. Kami bersyukur punya patner kerja seperti Rumah Literasi Indoneisa di bawah Yayasan Rumah Literasi Nusantara. Yang konsen untuk melakukan kampanye literasi melalui gerakan inisiasi rumah baca ke seluruh dusun di Desa Ketapang”, pungkas Kepala Desa Ketapang, saat meresmikan Rumah Baca Pancoran.

Melalui Rumah Baca Pancoran, masyarakat memiliki harapan untuk mengembangkan wisata literasi. Yaitu, sejenis paket kunjungan atau perjalanan yang berkonten pendidikan dan pelatihan, didesain untuk pengunjung berbagai kategori umur dan kebutuhan, dari pelajar hingga professional. Destinasi wisata yang bersinergi dengan Rumah Literasi Indonesia yang selama memiliki kegiatan sosial bidang kampenye budaya baca melalui #1000rumahbaca. Wisata ini menggabungkan antara piknik dan pendidikan

Malam peresmian Rumah Baca Pancoran mengundang pihak LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) yang mempunyai kewenagan untuk memfasilitasi masyarakat yang tinggal di wilayah hutan negara. Hadir juga Ketua LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) serta Tokoh Masyarkat dan Tokoh Agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan selam dua hari.

 

Hari pertama, masyarakat diajak untuk berdiskusi untuk mendesign mimpi besar dalam membangun Dusun Pancoran. Hari kedua, para pemuda dan relawan diajak menjelajah alam untuk menikmati “Sun Rise” di area Bukit Sambangan, Pancoran. Juga TOT (Traning of Trainer) untuk menjadi fasilitator outbond sambil menikmati makanan khas Pancoran yaitu Sambal Cenge/ Sambal Otok.

Malam harinya dimeriahkan oleh kehadiran Negri Dongeng Perfomance Institute melalui pertunjukan pantomim. Ada juga musisi asal kota Genteng yang menghibur warga dengan menyanyikan lagu-lagu bergenre reggae sehingga menambah semarak acara pembukaan Rumah Baca Pancoran. Dengan latar belakang pemandangan Selat Bali dan gemerlap lampu Kota Banyuwangi dilihat dari bukit. Puncaknya adalah Nonton Bareng Film Pendek, karya sutradara Faisal yang dibantu guru dan murid SLB Kalipuro berjudul “Jejak Kecil Kayla”.

 

Berkesempatan hadir, Kayla dan kedua orang tuanya sebagai actor utama film ini. Dingakat berdasarakan kisah nyata. Film ini mampu membius para penonton sehingga tak jarang langsung meneteskan air mata. Terlebih, saat selesai pemutaran film. Kayla dan Keluarganya berkenan testimoni di hadapan warga Pancoran, bercerita tentang proses pembuatan film dan kisahnya dalam mengasuh Kayla meskipun bukan sebagai anank biologis pasangan suami istri Samsul dan Sriyatin.

Selain pemerintah Desa Ketapang, Perusahaan ASDP Ketapang menjadi perusahaan pertama yang memberikan dukungan terhadap gerakan literasi di Desa Ketapang. Ada juga Artis/Penyanyi Fitri Carlina yang ikut mensupport #IURANPUBLIK (gerakan kerja barengan) yang juga menjadi Owner Banyuwangi Savana Cake. Termasuk keterlibatan Banyuwangi TV sebagai media patner yang telah lama menjalin komitmen bersama denagn Rumah Literasi Indoensia untuk memberikan tayangan televisi yang edukatif kepada masyarakat Bumi Gandrung.

 

 

Scroll to Top