Dewi Tirta Arum

Gebyar anak berkebutuhan khusus terefleksikan dalam festival seni mulai dari musik, tari, puisi, dongeng, dan sendratari.

Khusus repertoar sendratari dengan mengkolaborasikan antara seni drama dan tari persembahan siswa dan guru SLB Kalipuro Banyuwangi ini tentu sangat unik, karena para pemainnya terdiri dari anak-anak yang notabene berkebutuhan khusus mulai dari tuna rungu, yang hanya mampu menangkap suara melalui feeling dan getaran sound sistem, penyandang Down syndrome, hingga anak-anak penyandang tuna grahita.

Keterbatasan personal itu tak menjadi kendala, bahkan tampak terlihat harmoni antara musik dan penjiwaan dalam setiap geraknya. Sang penari begitu menikmati perannya sebagai Dewi Tirta Arum yang menyimbolkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran.

Dan bagi salah satu pemain yang notabene anak penyandang Down Syndrome itu justru terlihat dominan menikmati setiap adegan yang dipercayakan padanya sebagai prajurit pembela kebenaran.

Meskipun seringkali dalam proses latihan ia sulit bekerja sama. Salah satu contoh adalah saat harus mati karena serangan anak panah yang menimpanya, iya menolak tak mau mati.

Dan hebatnya saat pementasan berlangsung ia patuh pada story line atau alur cerita yang mengharuskan ia mati, dan kalo tidak dibuat mati kami tim kreatif kesulitan mengakhirinya, karena setiap mendengar musik apalagi dangdut si dia akan menari sesuka hatinya sampe musik itu berhenti sendiri.

Penyandang Down Syndrome yang satu ini memang memiliki karakter ceria, supel, percaya diri yang tinggi, dan satu lagi hobinya yang paling menonjol adalah joget. Dilihat dari gerakannya yang itu-itu saja sepintas lalu jika dilihat seperti gerakan orang yang joget asyik mengikuti irama musik beraliran ska regee, padahal jelas-jelas musiknya dangdut.

Dan bagi penyandang tuna grahita, peran dalam pementasan itu ibarat BERMAIN TAPI TIDAK MAIN-MAIN. Terbukti seminggu sebelum pementasan di gelar, beberapa anak mengalami nervous berkepanjangan, seperti demam dan suhu badan meninggi, namun hal itu tak berlangsung lama.

Beberapa anak ada juga yang sehari sebelum pentas mengalami sulit tidur, dan nafsu makan berkurang. Artinya kecenderungan yang dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus sama dengan kita yang terlahir sudah maksimal, dan bukan soal normal atau tidak normal seperti umumnya pemeo masyarakat awam membedakan ABK dengan yang non ABK.

Karena pada dasarnya anak berkebutuhan khusus bukan berarti tidak normal, lebih tepatnya adalah anak-anak ABK adalah anak-anak yang terlahir dalam keadaan belum maksimal. Maka tugas sekolah luar biasa atau sekolah inklusi adalah memaksimalkan anak-anak yang belum maksimal.

Kembali pada proses gelar pentas seni yang melibatkan anak-anak ABK, saya sebagai guru extra drama dan pantomim merasa kurang yakin pada hasil pementasan itu. Karena selama ini tolok ukur saya adalah melatih anak-anak yang sudah maksimal.

Sekali lagi saya sebagai pelatih drama keliru, bahwa kekuatan anak-anak ABK justru ada pada kekurang maksimalan mereka menjadi kekuatan dan mahgnet tersendiri.

Dan yang membuat saya terperanjat adalah, saat pementasan berlangsung ada semacam istilah dalam dunia teater yaitu kekuatan atau inner yang tak keluar saat latihan, namun pada saat pementasan berlangsung justru terpancar seperti energi yang keluar saat kita dalam kondisi terdesak atau panik karena sesuatu hal yang membuat kita tanpa sadar mampu melompati dinding yang tak mungkin kita lompati pada saat kondisi normal.

Beberapa anak memang masih tergantung pada instruksi state manager, kapan harus keluar panggung dan kapan harus masuk kembali ke dalam panggung. Dan jangan heran jika pada detik-detik hitungan menit menuju panggung salah satu anak penyandang tuna grahita secara biologis usianya 15 tahun, namun secara mental masih sama dengan anak usia 7 tahun tiba-tiba mogok tak mau main.

Ia menangis karena kostum yang di kenakannya terbuat dari kertas semen yang di beri warna coklat tua, dan di ditaburi daun-daun kering agar menyerupai batang pohon. Karena memang perannya menjadi pohon.

Meskipun sempat menolak dan menangis akhirnya karena penanganan dalam memberi pemahaman sesuai dengan kapasitasnya berhasil, maka ia pun tersenyum kembali siap menampilkan cerita fabel yang di kemas dengan apik dan artistik.

Terlepas dari panggung yang tidak representatif untuk pertunjukan seni drama, namun hal itu tak mengurangi kualitas ekspresi mereka ketika harus improvisasi bermain di atas rumput, karena separo panggung di penuhi instrument musik (band).

Sekali lagi walau harus bermain di atas rumput ia tetaplah panggung, yang berubah menjadi wahana baru bagi mereka anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa bermain sambil belajar yang lebih asyik dan menyenangkan.

Dan reward mereka saat itu juga setelah selesai, para pejabat tinggi daerah kabupaten – Istri bupati dan pak wabup beserta jajarannya berebut ingin berfoto bersama.

Dan fatalnya lagi para peringgi pemerintah kabupaten itu serempak rame-rame meninggalkan tempat, padahal partisipan dari sekolah diseluruh kabupaten mayoritas belum semuanya tampil.

Walhasil repertoar – repertoar selanjutnya hanya di tonton para pendamping siswa yang hanya bisa dihitung sejumlah jari tangan dan jari kaki.

Sisanya hanya ditonton kursi empuk beserta jajarannya, yaitu kursi plastik kosong terbungkus kain ala resepsi pernikahan.

Subhanalloh…..kapan negri ini berubah.

#

646 Responses

  1. With havin so much content and articles do you ever run into any problems of plagorism or copyright violation? My website has a lot of completely unique content I’ve either created myself or outsourced but it looks like a lot of it is popping it up all over the internet without my agreement. Do you know any techniques to help stop content from being ripped off? I’d definitely appreciate it.

  2. I like what you guys are up too. Such smart work and reporting! Keep up the excellent works guys I’ve incorporated you guys to my blogroll. I think it’ll improve the value of my site 🙂

  3. Hello, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just wondering if you get a lot of spam feedback? If so how do you reduce it, any plugin or anything you can advise? I get so much lately it’s driving me crazy so any help is very much appreciated.

  4. Quando você esquecer a senha para bloquear a tela, se você não inserir a senha correta, será difícil desbloquear e obter acesso. Se você achar que seu namorado / namorada suspeita, você pode ter pensado em hackear o telefone Samsung dele para obter mais evidências. Aqui, iremos fornecer-lhe a melhor solução para descobrir a palavra-passe do telemóvel Samsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.