“Anak-anak terlihat antusias ketika diajak belajar dan bermain di alam. Dengan ini mereka akan mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Dan setiap rumah baca perlu mengembangkan metode belajar yang inovatif . Meningkatkan budaya baca tidak harus diawali dengan buku-buku bacaan, alam adalah sumber belajar yang sangat kaya jika para pengelola rumah baca melihat potensinya.” pungkas Nurul Hikmah.

Tak hanya belajar di alam, mereka juga mengikuti kelas mendongeng setalah selesai menikmati tantangan belajar di alam. Saat kembali ke rumah baca, mereka mengikuti kelas dongeng yang dipandu oleh Wahyu Sasmita, karyawan di salah satu Hotel Berbintang di Banyuwangi ikut terlibat dalam kegiatan ini.

“Melalui dongeng, kita bisa memberikan pesan-pesan yang positif untuk anak-anak. Media yang saya gunakan adalah wayang yang terbuat dari kertas karton, kemudian saya buat beberapa tokoh cerita legenda. Media ini sangat efektif untuk mengajak anak-anak berdiskusi menyampaikan pesan melalui sebuah cerita”, jelas Wahyu Sasmita yang punya hobi bersepada.
Wahyu Sasmita juga menjelaskan bahwa ia akan rutin membuat Kelas Dongeng untuk rumah baca yang berjejaring dengan Yayasan Rumah Literasi Indoensia. Ia berharap melalui kegiatan ini banyak anak-anak atau relawan juga bagi masyarakat. Karena menurut dia, sebenarnya mendongeng itu mudah. Luangkan saja 10 hingga 15 menit sehari untuk menceritakan sebuah kisah kepada anak. Bisa dilakukan sebelum tidur siang, sebelum tidur pada malam hari,.Yang terpenting, lakukan dengan senang agar kita bisa total saat menyampaikan cerita.
