Kolaborasi Jas Merah, Desa Ketapang dan Pegiat Literasi untuk Desa Layak Anak di Desa Ketapang

Berkesempatanj mebuka acara, Kepala Desa Ketapang, Slamet Kasiono, memaparkan beragam program inovasi yang menjadi andalan desa ketapang yang bisa menjadi bahan perencanaan bagi mahasiswa. Termasuk beliau menjelaskan bahwa inovasi itu tidak harus dari “nol” tetapi bisa meneruskan program yang sudah ada agar menjadi lebih berdampak kepada masyarakat.

“Potensi untuk membuat inovasi program bi Desa Ketapang sangat beragam. Khususnya kalau kita melihat, Desa Ketapang adalah desa yang pertama kali membuat program Desa Literasi, mahasiswa bisa melihat 9 indikator yang ada untuk terus dikembangakan”, Ungkap Slamet Kasiono.

Disisi lain, ada program tambahan yang menjadi saran dari relawan Rumah Literasi Indonesia, yaitu mempersiapkan Desa Ketapang menjadi Desa Layak Anak. Usulan ini muncul saat diskusi terkait program yang telah dipaparkan oleh mahasiswa.

Rumah Literasi Indonesia yang selama ini bekerja barengan dengan pemerintah desa kepatang, sudah menghasilkan inovasi melalui program Desa Literasi. Di dalamnya banyak indikator yang mendukung Hak Anak, sehingga perlu dikembangkan agar program ini bisa menjadi gerakan. Rencananya sebelum KKN dimulai, mahasiswa akan membantu mempersiapkan seluruh komponen pendukung yang bisa menjadikan desa ini menjadi Desa Layak Anak.

Scroll to Top