Sampai di lokasi Kolam Cinta, anak-anak diberi kesempatan 30 menit untuk membersihkan lingkungan dari sampah alami sehingga lokasi menjadi lebih indah. Setalah itu anak-anak mendapat kesempatan menjajal dinginnya air di Kolam cinta.
Dinamakan kolam cinta sebab jika di foto dari atas terlihat seperti gambar jantung. Airnya masih jernih dan bersih sebab sepanjang aliran sungai terdapat batu-batu yang berdiameter besar maupun kerikil dan pasir, sehingga menjadi saringan alami.

Mifta menjelaskan bahwa kegiatan kelas tematik ini menghabiskan waktu selama 3 jam. Anak-anak juga dilatih konsentrasi dan kerjasamanya selama perjalanan, sebab rute yang dilewati sedikit menantang, Tapi, anak-anak disuguhkan pemandangan yang indah, berupa rumput ilalang yang hijau, tebing-tebing yang menjulang tinggi, batu-batu besar di sepanjang aliran sungai dan hutan yang masih sangat asri.
“Kita menghabiskan waktu selama 3 jam, semua peserta dan relawan sangat menikmati kegiatan ini. Meskipun ada yang terpeleset, jatuh atau tertusuk duri. Mereka memulai dan pulang dengan senang hati”, ungkap Mifta.

Hari libur selanjutnya, masih dengan tema jelajah alam. Relawan akan menyiapkan materi belajar dan lokasi yang akan dituju untuk tempat belajar. Termasuk mereka akan membuat undangan melalui media social agar anak-anak yang ingin merasakan kegiatan bisa bergabung.