Konsep Wisata Literasi Di Basecamp RLI, Mulai Digandrungi Sekolah dan Kampus

 

Tak hanya dari KPA Nasional, berkesempatan juga mampir salah satu pengelola Mojok.co, yang dipanggil akrab Mbak Prima. Beliau adalah editor di portal opini dan berita Mojok.co yang bergabung sejak tahun 2016. Dalam materinya, Mbak Prima mengajak berskusi terkait dengan pera media dan pengaruhnya terhadap perubahan sosial.

Sebelumnya mahasiswa juga berkesempatan hadir ke Kecamatan Singojuruh untuk beljaar tentang ”E-Commerce”, UMKM yang digagas oleh kelompok anak muda dari beberapa desa di Kecamatan Singojuruh. Mereka membuat sebuah produk aplikasi yang berfungsi sebagai pasar online untuk memasarkan hasil bumi dari berbagai desa serta bebagai jenis usaha kuliner yang bisa di pesan online dan diantar langsung ke alamat konsumen.

 

 

Selain di Kecamatan, Desa Ketapang juga diincar oleh mahasiswa karena ingin belajar banyak tentang ‘’Desa Literasi’’. Desa yang pertama kali menginisiasi gerakan literasi di Banyuwangi.  Mahasiswa bertemu dan disambut langsung oleh Bapak Kepala Desa Ketapang, beliau menjelaskan dengan antusias bagaimana geliat literasi di Desa Ketapang berkat kerjasama masyarakat, komunitas dan perangkat desa dalam upaya pembangunan yang berfokus pada manusianya.

Kak Dimas, staf desa bagian IT yang juga jago utak-atik urusan internet menjelaskan tentang layanan public sangat terbantu jika perangkat desa dan masyarakat  mampu menguasai IPTEK dengan baik. karena saat ini banyak sekali layanan yang bisa diurus melalui online. Sehingga masyarakat tak harus mondar-mandir datang ke desa.

 

‘’Desa Literasi memiliki korelasi yang baik terhadap layanan pub lik yang ada, termasuk sinergis dengan program pemerintah yaitu ‘’Smart Kampung’’, selam ini indicator Smart Kampung masih di dominasi oleh pembangunan fisik, itu sebabnya kenapa Desa Literasi menjadi hal yang mutalk harus menjadi perhatian Desa Ketapang agar kelak Desa ini semakin maju dan bisa bersaing secara global’’, ungkap  Kak Dimas, staf desa yang juga aktif jadi relawan RLI.

 

Mahasiswa juga diajak untuk berkunjung di beberapa pantai di Banyuwangi. Mereka bisa melihat langsung pantai yang menjadi tujuan wisata di dekat pusat Kota Banyuwangi. Dalam perjalanan, ada literasi tentang sejarah yang disampaikan oleh relawan pendamping dari RLI, sehingga perjalanan semakin seru dan menarik saat dikemas menggunakan metode fun gemas.

Malamnya mahasiswa disuguhkan kegiatan ‘’Panggung Literasi’’ yang disiapkan oleh relawan. Ada berbagai pertunjukan , mulai dari bernyanyi, pantomim, puisi dan musikalisasi. Mahasiswa juga diminta secara spontan untuk menjadi pastisipan dalam acara tersebut.

Scroll to Top