Literasi Sebagai Solusi Melawan HOAX, Jawaban atau Wacana?

Produk literasi dengan konsep ini secara konseptual bukan lagi hanya sebatas membaca buku dan membeo pada pemikiran tertentu baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri dan secara praktikal memproduksi pemahaman baru dan saling keterkaitan antar manusia untuk mencerdaskan sesama anak bangsa.

Mempertajam, menyeimbangkan dan memperbaiki laku tindakan inilah sebenar – benarnya konsep literasi yang akan berdampak pada peningkatan nalar akal sehat.

Prasyarat bagi masyarakat yang berakal sehat ada tiga hal progresif, humanis, dan berkesadaran

Kalau kita sambungkan antara konsep literasi yang saya tulis di atas dengan prasyarat masyarakat berakal sehat maka ketiga konsep literasi saling terhubung dengan salah satu pra- syarat masyarakat berakal sehat karena masyarakat yang progresif akan timbul ketika penajaman pola pikir dilakukan , yang humanis akan timbul dari upaya perbaikan sikap dan tindakan , dan yang berkesadaran akan timbul sebagai akibat dari keseimbangan kesadaran .

Ranah praktik untuk mewujudkannua salah satunya adalah dengan memetakan gaya literasi di masa – masing wilayah , mengembangkan iklim dialog dan laku tindakan yang inspiratif , menyediakan medium counter culture ( melawan budaya yang menindas) , membangun basis creative capital , serta mereproduksi dan membuat jejaring antar intelektual organik.

Jika 3 prasyarat konseptual dan ke lima praktik itu terpenuhi maka literasi bisa menjadi penyeimbang hoax yang memiliki skema yang masif , sistematis , dan manipulatif .

Selanjutnya dari hal yang saya tulis diatas Literasi perlahan akan dapat menjawab 7 dosa sosial akar melahirkan hoax yang saya ambil dari ide Gandhi yaitu politik tanpa prinsip yang kita lihat hari ini dalam bentuk politik demagog (tidak mendidik), kekayaan tanpa kerja keras (dalam bentuk mafia hoax), perniagaan tanpa moralitas (dalam bentuk kapitalisasi hoax) , kesenangan tanpa nurani (dalam bentuk immoralitas menggunakan medium informasi) , sains tanpa humanitas (dalam bentuk penciptaan teknologi yang menyingkirkan manusia dan alam secara perlahan) , dan peribadatan tanpa refleksi pengorbanan (dalam bentuk menggunakan agama menebarkan hoax)

Ketika litelarasi sudah sampai pada titik menjawab 7 dosa sosial penyebab hoax tersebut maka literasi bisa menjadi jawaban untuk mengatasi hoax

Oleh Mansurni Abadi

(World Literacy Foundation Singapura / Mahasiswa Muhammadiyah Lampung).

Scroll to Top