MELAWAN HANTU BULLYING

        Jika sekolah dan kedua lingkungan lainya sudah tidak lagi nyaman bagi anak anak tentu ini sangat memprihatinkan,  merisaukan , membahayakan ! Harus di cegah, kita  harus jadikan bullying  musush bersama. Kita kejar, kita tangkap, kita kurung “hantu bullying” agar tidak lagi bergentayangan  dan menghantui anak-anak.   Bullying, disamping bisa merugikan orang lain, juga pelakunya  bisa terkena jerat hukum.

        Mengatasi bullying di sekolah ?  Pertama,  lakukan deteksi dini kemungkinan terjadinya tindakan bullying. Kedua, buatlah peraturan  tentang bullying dan sosialisasikan kepada seluruh warga sekolah, Ketiga, perhatikan dan berikan dukungan pada diri korban. Keempat, berilah contoh atau teladan  yang baik kepada siswa, kelima, temukan pelaku,cegah  dan hentikan prilaku buruknya, Keenam, ajak  dan  ajarkan kepada siswa untuk bersama-sama melawan bullying.

        Melawan bullying ?,  pertama, tingkatkan kesadaran diantara anak-anak bahwa tindakan tersebut berbahaya dan merugikan diri sendiri juga  orang lain.  Kedua, tekankan prilaku baik, respek, empati kepada sesama, raih prestasi bersama  di sekolah, dan Ketiga, berilah latihan kepada guru dan tenaga kependidikan lainya  tentang cara efektif mencegah dan mengatasi bulying.

      Melihat semakin maraknya prilaku bullying dan  rentanya anak-anak ( yang lemah ) terhadap tindakan bullying di sekolah, sudah saatnya pemerintah  – Dinas Pendidikan setempat menghadirkan seorang guru konselor yang bisa memberikan layanan konseling sebagaimana layanan yang sama dirasakan oleh kakak – kakak klas mereka di SMP, SMA maupun SMK.

      Dewan Pendidikan kabupaten setempat mengambil inisiatif,  mendorong pihak-pihak terkait  duduk bersama merancang sebuah rencana dan tindakan nyata mengatasi kekerasan  di sekolah (bullying) . Perguruan Tinggi stempat  –  yang berlabel  LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) bisa menjadikan persoalan ini bahan irisan di kurikulm  inti program studi  ( core curriculum)   hingga mahasiswa memiliki kompetensi plus bidang layanan konseling berbasis bullying. Sementara  para dosen , bisa – juga mahasiswanya  di semester ahir memanfaatkan ceruk ini sebagai  medan melakukan pengabdian masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata berbasis parenting.

 Semboyan  Kabupaten ramah anak, sekolah ramah anak saatnya diimplementasikan dalam tindakan nyata, bukan lagi sekedar slogan.

___________________

         Mohammad Hasyim, Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, mengajar di IAI Ibrrahimy Genteng banyuwangi.

Scroll to Top