Menumbuhkan Spirit Kerelawanan Yang Berkelanjutan

Dari kejauhan, beberapa sahabat dan pasukan perang melihat Abu Dzar. “Ya Rasul, kami melihat ada seseorang yang menuju arah kita.” Ucap salah satu sahabat.

Benar saja, dengan kondisi keletihan dan roboh di hadapan Nabi SAW. Lalu Nabi meminta sahabatnya untuk memberikan air kepada Abu Dzar, Tetapi Abu Dzar menjawab, “Saya punya air ya Rasul.”

Rasulullah heran kantong airnya masih penuh. Setelah ditanya mengapa dia tidak minum airnya, tokoh yang juga kerap mengkritik penguasa semena-mena ini mengatakan, “Di perjalanan saya temukan mata air. Saya mencicipi dan saya merasakan nikmat. Setelah itu, saya bersumpah tak akan minum air itu lagi sebelum Nabi SAW meminumnya.” Sentak Rasul terlihat haru mendengar jawaban dari Abu Dzar.

Kisah yang penuh dengan nilai-nilai kesetiaan dan perjuangan Abu Dzar tentu mampu membongkar sudut pandang kita tentang teori Hirarki Maslow. Dimana kebutuhan fisiologis yang berkaitan dengan fisik salah satunya seperti makan dan minum, tak selalu menjadi syarat untuk bisa memenuhi kebutuhan diatasnya.

Artinya tak semua dari kita butuh dengan hal-hal yang paling dasar di dalam kehidupan, apalgi berkaitan dengan materi. Ada orang-orang yang melompat, ia menjadi orang yang sangat produktif dan punya empati untuk melakukan inisiatif. Sosok seperti inilah yang sering kita lihat dari gerak para relawan.

Relawan bisa menjadi manusia yang kontibutif, tanpa banyak mempertimbangkan apakah gerak pengabdiannya mendapat apresiasi atau tidak dari pihak lain. Ia percaya bahwa satu-satunya bentuk penghargaan yang sejati adalah ketika melihat perubahan dan dampak nyata yang lebih baik bagi lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, spirit kerelawanan akan terus tumbuh dan bisa mematik nyala bagi orang lain untuk menjadi manusia yang menebar rahmat bagi sesama dan mahkluk hidup lainnya. Menemukan kebahagiaan yang sejati sebagai puncak karir di jalan kerelawanan.

Salam Takzim untuk semua relawan yang terus merawat nyala pengabdian. Semoga pilihan jalan ini senantiasa mendapat ridho dari Allah SWT, termasuk kita meneruskan perjuangan Rasul dan sahabatnya untuk menjadi insan yang menebar kebaikan.

Scroll to Top