Merayakan Merdeka Belajar : Alam dan Manusia Sebagai Guru Kehidupan

“Cukup langkahkan saja kakimu keluar dari pagar rumah, kita akan bertemu banyak guru kehidupan. Anak-anak kami ajak melihat sungai lalu kami beri pesan-pesan yang positif agar mereka tumbuh rasa cinta terhadap lingkungan dan menjaganya sebagai kekayaan bersama. Mereka juga saya ajak bermain dan belajar di perbukitan dan perkampungan, agar berinteraksi langsung dengan alam dan masyarakat sekitar”, ungkap perempuan yang juga aktif mengelola taman baca di rumahnya.

Langkah awalnya dengan cara menginventaris pontensi lingkungan yang bsia digunakan untuk tempat belajar. Seperti, stasiun kereta api, terminal, kebun, pabrik kerupuk, sawah, sungai, perbukitan, sumber mata air, bandara, industry rumah tangga, kantor desa, komunitas, taman baca dan sebagainya.

Selanjutnya, guru dan orang tua bisa ikut dalam proses belajar bersama anak-anak. Melihat langsung cara anak belajar dan mampu menilai bersama pendidik tentang capaian tumbuh kembangnya. Hal ini akan mendukung bagaimana anak-anak merasakan proses belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Belajar harus dirayakan dengan senang hati. Jika sejak awal pembelajaran anak-anak mendapatkan semangat yang dibalut perasaan suka cita, maka selanjutnya akan muncul keinginan untuk terlibat dan melakukan sesuatu. Dengan ini, informasi yang didapat disimpan ke dalam memori jangka panjang.

Selanjutnya, Nurul Hikmah menambahkan tentang misinya untuk terus mengembangakan dunia pendidikan melalui Yayasan Rumah Literasi Nusantara khususnya meningkatkan keterampilan guru-guru dalam membuat metode belajar yang menyenangkan. Dengan menggandeng komunitas yang salama ini konsen dalam pengembangan pendidikan. Salah satunya Komunitas Guru Belajar dan komunitas garakan literasi.

“Saya percaya bahwa untuk mewujudkan cita-cita luhur tanah air ini, salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka, kita tidak bisa lagi kerja sendirian. Semangat kolaborasi ini harus tetap ada agar masyarakat mulai sadar bahwa mendidik adalah tanggung jawab bersama”, jelas Nurul Hikmah.

 

Scroll to Top