Mereka Yang Terlupakan

Seringkali ketika si Adik mendapatkan intimidasi, maka seketika itu juga dia menjadi rendah diri dan hatinya menciut. Bahkan jika tidak dipaksa, dia tidak pernah menceritakan hal ini ke orang tuanya. Hanya saja muncul perubahan dalam dirinya, mendadak badannya panas dan menjadi sakit hingga berhari-hari, kadang tanpa sepengetahuan orang tuanya, sebelum tidur dia menangis dan menyesali ketidakmampuannya.

Anak-Anak seperti dia sebenarnya membutuhkan dukungan, bukan hal sebaliknya. Bahkan saat itu pun dia masih belum percaya dengan kemampuannya untuk lulus Ujian Nasional. Tingkat kesulitan Ujian Nasional saat ini sangat jauh di atas kemampuan terbatas si adik.

Sangat bisa kita mengerti rasa malu dalam dirinya karena pernah beberapa kali dia tidak naik kelas. Di suatu kesempatan dia pernah mengutarakan keinginannya jika dia tidak berhasil lulus Ujian Nasional, dia tidak ingin tinggal lagi di rumah orang tuanya sekarang, dia berencana pulang ke kampung saudaranya di desa untuk memelihara ayam dan berhenti melanjutkan sekolah. Sepintas kita bisa melihat keputusasaan dalam diri anak ini. Tidak semua sekolah di sini bersedia menerima anak seperti dia. Sekolah menuntut standar yang sangat tinggi. Dalam hati sebenarnya kami sangat terpukul mendengar penuturan dari Ibu si Adik ini. Sangat tidak adil menilai hasil belajar dia selama ini dengan standar nilai (yang baginya sangat tinggi) hanya melalui sebuah Ujian Nasional semata saja.

Dengan semua kerja keras yang sudah dia lakukan selama itu untuk tetap berjuang, dan semua doa Ibu yang selalu menyertai di setiap Shalat malamnya, serta semua usaha teman-teman di sini untuk membantunya, maka kami tidak akan rela jika masa depan Adik ini hanya berhenti sampai di sini.

Mungkin tanpa disadari oleh sebuah Instansi Pendidikan tertentu, satu keputusan bisa jadi membunuh masa depan seorang anak, Atau mungkin justru menghidupkan kesempatan seorang Anak untuk mewujudkan mimpinya memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.

Malang, 1 Mei 2012.
Dengan tetap menghormati privasi, penulis tidak menyebutkan nama, instansi dan lokasi pihak yang bersangkutan

Scroll to Top