Dalam menyikapi situasi bangsa saat ini yang semakin hari semakin jauh dari cita – cita awalnya ,sudah seharusnya kita mulai kembali mengenang obsesi ( rasa yang menghantui pikiran ) para pendiri bangsa ,khususnya presiden pertama republik ini , Soekarno .
Dalam pidato pertama pasca Indonesia merdeka berjudul sekali merdeka tetap merdeka yang termuat di buku dibawah bendera revolusi ,Soekarno menyatakan pembentukan Indonesia adalah realitas bagi kemanusiaan yang di perjuangkan habis habisan oleh semangat yang menyala- nyala terhadap kemerdekaan.
Karena Komitment terhadap kemanusiaan itulah , Soekarno adalah satu – satunya pemimpin Indonesia yang berani menentang secara terang- terangan praktik – praktik penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa.
Karena hal inilah dalam masa pemerintahan Soekarno tidak pernah sedikitpun memedulikan ide pembangunan neoliberal kapitalistik tapi sebaliknya dia mengutamakan kebijakan pembangunan segala sektor yang berdikari .
Pada masanya Soekarno tidak bergeming dengan rayuan ideologi pembangunan yang di lancarkan oleh presiden negara adikuasa , Harry s truman, melalui doktrin Truman atau pun rencana pinjaman pembangunan untuk dunia ketiga lewat Marshall plan.
Soekarno tampaknya sadar bahwa pada tahun 1945 yang terbentuk baru negara indonesia , sedang bangsa Indonesia masih dalam proses mencari bentuk identitasnya untuk tetap bertahan hingga akhir zaman.