Puluhan relawan yang turut ikut mendedikasikan diri ini memberi warna yang berbeda pada Republik ini. Sejak adanya gerakan “Inspirasi Sekolah Literasi” yang di gagas oleh Rumah Literasi Banyuwangi dan Rumah Literasi Indonesia dari tahun 2014, kita semakin percaya bahwa masih ada dan banyak anak-anak muda yang peduli. Peduli pada sekitar, peduli pada kampung halamannya, dan mencintai negerinya.

Selalu ada cerita-cerita baru ditiap tahunnya. Mereka, para relawan-relawan yang pernah ikut terus beganti dan memberi dampak pada apa yang telah dijejakkan. Meninggalkan jejak optimisme dan mengajarkan adik-adik untuk mencintai ilmu. Tebarkan kesabaran, tumbuhkan pengetahuan, dan tanamkan ketangguhan di dada anak-anak pelosok negeri.
Sehari mengajar, menginspirasi seumur hidup. Masih segar dalam ingatan, waktu melihat wajah sumringah adik-adik menyambut kedatangan para relawan, dengan suka cita mereka belajar dan mengenal ilmu-ilmu baru dari para relawan muda yang hadir. Dan masih ingat pula saat melihat wajah haru saat kami, para relawan hendak berpamitan pulang. Ada yang membekas tak kan hilang: ketulusan-ketulusan yang lahir dari hati para relawan.

Siang itu, kala upacara perpisahan digelar. Tak satupun yang tahan untuk tak menjatuhkan air mata haru. Di tanah itulah dinding-dinding sekolah menjadi saksi. Bahwa Indonesia patut bangga. Negeri ini akan menjadi lebih baik dan lebih maju lewat langkah dan tangan-tangan kecil mereka.