Peringati Hari Pahlawan, SD Al Irsyad ‘’Grebeg’’ Basecamp Rumah Literasi Indonesia

Outdoor learning di Hari Pahlawan ini dimulai dengan mengajak anak-anak menuju bukit sekitar basecamp rumah literasi. Anak-anak diajak berinteraksi dengan alam sekitar. Pembelajaran selanjutnya berupa fun game untuk menjalin keakraban dengan siswa. Menyanyikan lagu ‘senyum salam sopan’ untuk menstimulus kecerdasan emosional dan sosial anak-anak.  Kemudian memperkenalkan kelas origami, seni melipat kertas. Materi inti pengenalan literasi sederhana dalam kelas outdoor learning pada siswa sekolah dasar dengan metode tebak kata. Dalam tebak kata kali ini, anak-anak dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang lebih. Dalam kelompok ada yang berperan sebagai penebak kata dan pemeraga kata. dua orang anak belajar bagaimana sebuah pesan sampai atau diterima dengan baik oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini anak-anak belajar tentang makna literasi yang berarti keterhubungan atau komunikasi.  Mereka bergantian bermain.

 

Tebak kata adalah cara sederhana dan sangat menyenangkan yang dapat dengan mudah masuk ke dunia anak-anak. Selanjutnya dalam kelas outdoor learning, relawan berbagi cerita inspiratif. Kali ini cerita singkat tentang  novel laskar pelangi. Dalam sesi ini siswa-siswi distimulus empati dan simpatinya pada cerita nyata yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel. Puncaknya anak-anak diajak mengimajinasikan keinginannya dengan menuliskan cita-cita supaya bertumbuh.

Selain 81 siswa yang belajar, juga ada guru-guru dan oran tua siswa yang belajar di kelas kolaboras. Diskusi dimulai dari perkenalan tentang ‘’Gerakan 1000 Rumah Baca’’ oleh Ketua Rumah Literasi Indonesia, Kakak Tunggul Harwanto. Para guru dan orang tua siswa antusias menyimak sekaligus sharing tentang bagaimana relawan di komunitas ini berhasil menginisiasi 51 Rumah Baca hingga ke pelosok-pelosok desa.

‘’Ini adalah pengalaman yang sangat bermakna bagi kami dan sekolah. Jika sekolah membuka ruang untuk berkolaborasi maka sangat memungkinkan kita kerja barengan agar ekosistem pendidikan bisa lebih baik untuk pendidikan karakter anak’’, jelas laki-laki kelahiran Bali yang sudah jatuh cinta dengan Kota Gandrung.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Rumah Literasi Indonesia juga akan berkunjung ke SD Al Irsyad untuk bisa sharing pengalaman meningkatkan budaya baca dan mengelola rumah baca kepada guru-guru dan pustakawan. Termasuk juga bersinergi dengan Komunitas Guru Belajar Banyuwangi yang selama ini mengenalkan konsep ‘’Merdeka Belajar’’ bagi para pendidik.

Scroll to Top