Tantangan belum selesai, tim harus menyelesaikan tantangan di segmen ketiga. Pada segmen ini kekuatan fisik dan koordinasi anggota tubuh anak dilatih dengan permainan “ Engklek Pak Tani “. Melompati setiap bagian “ Engklek Pak Tani” dengan kaki yang masih terikat satu sama lain. Anak bekerja sama dan belajar mengambil keputusan untuk menyelesaikan tantangan ini dengan melompati secara urut sampai menuju puncak “ Engklek Pak Tani”. Ketika tim mampu mencapai puncak “ Engklek Pak Tani” maka kebebasan dapat diraih dengan melepaskan ikatan pada salah satu sisi kaki masing – masing anggota tim . Apakah permainan dan tantangan sudah usai ? Tentu masih ada satu tantangan yang harus diselesaikan tim pada segmen keempat.
Pada segmen keempat permainan difokuskan untuk mengasah kemampuan kognitif dan berpikir anak. Guru menyediakan beberapa ensiklopedia tentang satwa dan pias pias huruf. Permainan yang dilakukan adalah menyusun nama satwa yang hidup di benua terterntu hasil dari pencarian anak pada buku ensiklopedia. Anak diberi kesempatan untuk memilih buku ensiklopedia dan bersama – sama memilih satwa yang akan disusun namanya menggunakan pias – pias huruf yang telah disediakan. Tidak hanya mengenal dan menyusun nama satwa dari ensiklopedia, anak juga mampu mendeskripsikan informasi dan ciri – ciri satwa yang dipilih dengan bahasanya sendiri berdasarkan hasil dari temuannya pada buku ensiklopedia. Rasa ingin tahu yang ditunjukkan anak sangat besar dan antusias mencari pengetahuan baru tentang keberanekaragaman satwa dan hal – hal menakjubkan yang ada di berbagai belahan dunia. Permainan pun selesai.
Dari paparan kegiatan diatas, permainan mampu merangkum kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik, kognitif ,afektif dan keaktifan anak untuk mencapai kompetensi – kompetensi tertentu dalam suasana yang menyenangkan, penuh keakraban, dan tanpa disadari oleh anak bahwa mereka sedang belajar.Peran guru sangat diperlukan untuk memfasilitasi anak dalam proses belajar dengan keunikan dan keistimewaan yang dimilikinya. Bentuk permainan,tema dan konsepnya pun dapat divariasikan sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas guru sehingga murid dan guru dapat Merdeka Belajar dan Merdeka Berkarya.