Relawan ini memang istimewa. hanya saja persepsi orang bisa berbeda. sama halnya setiap orang juga bisa menggunakan kata relawan u tujuan yg tidak sama.

relawan bisa menggerakkan kebaikan. kata relawan juga tidak jarang dianiaya untuk kepentingan pilkada.

semua akan kembali pada pelaku berangkat dari cara ia mendefinisikannya.

relawan bagi saya adalah puncak karier kemanusiaan. bukan mengisi waktu senggang apalagi sekedar pelipur lara ketika didekap dinginnya malam.

relawan adalah panggilan nurani, berangkat dari keresahan akan ketidak adilan, ketimpangan dan rasa bersalah jika tidak mengambil bagian dalam kerja2 pengabdian.

keresahan bisa beragam alasannya. bagi relawan, terjebak pada rutinitas pekerjaan sementara di kanan kiri nya banyak yg butuh kepedulian juga bisa menimbulkan keresahan.

Seperti Hamka pernah berujar. jika kerja hanya sekedar bekerja, kerbau di sawah juga sama. jika hidup hanya sekedar hidup. kera di hutan tak jauh beda.

menjadi relawan berarti belajar memaknai kehidupan, adil dalam peran serta bijaksana dalam mengambil keputusan.

semua orang tentu punya kesibukan dan tanggung jawab. yang paling penting adalah keseimbangan. menempatkan diri secara adil. keluarga, amanah pekerjaan maupun kerja2 kerelawanan sebenarnya bukan soal pilihan ganda yang harus dipaksa memilih satu diantara jawaban yg ada. tapi sebagai sebuah kesatuan harmoni yg saling mengisi dan menjadi wadah untuk pengembangan diri.

itu karena, keluarga, bekerja dan mengabdi tidak semestinya dibikin strata. karena yg satu tak lebih mukia dari yg lainnya. ketiganya adalah kebaikan dan hakekat utama kehidupan. hanya saja kadang tidak memungkinkan untuk dilakukan bersamaan. walau kita begitu menginginkannya. kondisi kadang harus membuat prioritas.

tetap semangat, saling menjaga dan bahagia

#mantuidaman🙏🏼🤝🏻😁

___________________________________________

Ki Sableng Dewantara

Dosen, founder Rumah literasi Jember, founder kampoeng recycle, relawan rumah literasi Indonesia

#

Comments are closed