Rumah Baca Ainina Gagas “Sekolah Desa” Untuk Karang Taruna

Emi Hidayati, Founder Rumah Baca Ainina yang menjadi inisiator “Sekolah Desa” menyambut baik antusias anak-anak muda yang ingin belajar tentang desanya. Ia mengatakan bahwa kemajuan desa salah satunya dipengaruhi oleh geliat pemudanya untuk terlibat merencanakan sekaligus terlibat mengelola sumber-sumber penghidupan.

“Belum banyak pemuda desa yakin bisa hidup sejahtera jika bekerja di desanya. Itu sebabnya kami bersama teman-teman relawan dari berbagai kompetensi terlibat menginisiasi Sekolah Desa ini agar salah kaprah yang begitu masif ini bisa kita bongkar, sehingga anak-anak mudanya yakin akan masa depannya di desa”, ungkap Emi Hidayati perempuan yang juga sebagai akademisi di salah satu perguruan tinggi di Banyuwangi.

Peserta dari program “Sekolah Desa” ini sementara bagi mereka yang terlibat di Karang Taruna, Komunitas Kreatif dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Meskipun kedepan program ini terbuka bagi Perangkat Desa/Kelurahan, PKK dan BUMDES.

“Kami ingin memulainya dari kelompok yang memiliki peluang terbesar dalam menerima kebaharuan, yaitu Karang Taruna. Mereka generasi milenial yang hari ini begitu cepat beradaptasi dengan kemajuan tekhnologi, sehingga mengawali program ini pesertanya dari kaum muda”, pungkas Emi Hidayati.

Tahun ini “Sekolah Desa” menargetkan ada 2 Desa yang akan mendapatkan coaching, yaitu Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi dan Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Materi yang di dapatkan diantaranya tentang Pemetaan Potensi Lokal, Membangun Jejaring, Managemen Karang Taruna, Pengembangan Budaya Literasi dan Advokasi Kebijakan.

Scroll to Top