Sekolah Pengasuhan Berbasis Komunitas, Cegah Kekerasan Anak

Nurul Hikmah, Kepala Sekolah PAUD Sahabat Kecil menjelaskan bahwa masih sering mendapat laporan terkait anak-anak di Dusun Gunung Remuk yang mengalami kekerasan khsusnya perundungan. Hal tersebut salah satunya dipicu dari pola asuh yang bermasalah di dalam keluarga.

“Mereka yang sekolah di tempat kami lebih dari 60% mengalami gangguan emosi dan perilaku. Pengetahuan tentang pola asuh yang masih kurang menyebabkan seringkali memicu perundungan yang ujungnya berpotensi timbulnya kekerasan”, tegas Nurul Hikmah.

Saat ini Rumah Literasi Indonesia berjejaring dengan 57 rumah baca yang tersebar di Banyuwangi dan Jember. Program Sekolah Pengasuhan yang sudah berjalan 2 tahun di Banyuwangi adalah salah satu indikator yang mendukung Desa Literasi Ketapang.

Nurul Hikmah menambahkan, rendahnya budaya literasi masyarakat menjadi masalah yang serius. Hal tersebut yang mendorong ia perlu menginisiasi gerakan literasi melalui rumah baca. Dimana tugas yang paling penting rumah baca bukan hanya soal mengkoleksi buku bacaan, namun menyiapkan sumber belajar yang menyenangkan agar anak-anak dan orangtua bisa ikut terlibat dalam memajukan pendidikan.

Sudah ada sekitar 50 keluarga yang terlibat belajar di Sekolah Pengasuhan yang digagas Rumah Literasi Indonesia. Untuk pengembangan konten/materi belajar, Rumah Literasi Indonesia akan mengundang berbagai elemen dan para professional agar bisa berbagi pengalaman dan ilmunya sehingga mendukung pengembangan Sekolah Pengasuhan berbasis komunitas.

Scroll to Top