Sungai Cangka Paliran Jadi Spot Belajar Tematik Anak-Anak Gunung Remuk

Untuk sampai ke Sungai Cangka, anak-anak bisamenggunakan kendaraan bermotor atau menggunakan sepeda gayung kemudian di parkir dekat rumah warga yang berbatasan dengan hutan.  Anak-anak melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 2 km kea rah barat.

Disisi kiri dan kanan terdapat pemandangan yang begitu asri. Tanaman bambu, pakis dan beragam jenis lainnya tumbuh dengan rindang. Sesekali anak-anak bisa beristirahat untuk mengambil gambar di atas bebatuan besar yang banyak menjorok diatas permukaan air sungai.

Merin, relawan yang sekaligus pengurus Karang Taruna Tunas Literasi Paliran (TULIP) menjelaskan bahwa kegiatan kelas tematik ini akan rutin  dilaksankan setiap liburan. Tidak harus hari minggu saja. Sebab di Ketapang banyak ada lokasi yang bagus dan kaya untuk dijadikan bahan belajar.

“Selalu ada keseruan jika belajar dengan model petualangan seperti ini, anak-anak selain senang mereka juga mendapat tantangan untuk mengamati lingkungan sekitar. Di Sungai Cangka anak-anak juga bisa menikmati kesegaran mata air di bawah Kaki Gunung Remuk”, ungkap Merin.

Batas waktu anak-anak untuk mengeksplore Sungai Cangka sekitar 2 jam. Mereka diberikan kebebasan untuk beraktivitas. Setelah cukup informasi yang di kumpulkan mereka pulang kembai menuju basecamp Rumah Literasi Indonesia untuk saling berbagi cerita selama perjalanan.

Scroll to Top