
Tiga hari kehadiran para relawan cukup berhasil mengembalikan semangat anak-anak SDN 2 Kandangan. Semangat yang tengggelam dibeberapa tahun kebelakang di SDN 2 Kandangan. Selama tiga hari para relawan dan seluruh warga sekolah (anak-anak, guru dan walimurid ) berbaur menjadi keluarga baru. Mereka melakukan tiga kegiatan inspiratif, antara lain ; kelas inspirasi bersama inspirator, menginisiasi ruang/pojok baca yang belum dimiliki sekolah, dan panggung literasi yang digelar malam harinya.
Tiga kegiatan yang inspiratif ini diharapkan dapat memantik anak-anak untuk terus berangkat kesekolah. Guru-guru pun bertambah semangatnya. Bahwa kehadirannya disekolah sangat dibutuhkan anak-anak. Guru adalah garda terdepan pencerdas bangsa. Guru adalah teladan atau contoh yang dapat langsung anak-anak tiru. Karenanya kehadiran, inspirasi dan semangatnya adalah energi anak-anak untuk menumbuhkan mimpinya. Bahwa pengaruh seorang guru tak lekang ditelan zaman. Semangat melanjutkan hidup yang berat tetap akan anak-anak hadapi jika para guru mengerti tujuan belajar dan memiliki stamina semangat dan daya juang yang tinggi.

Tiga hari rasanya tak cukup untuk membuat sekolah ini benar-benar tangguh. Ingin rasanya membantu mendampingi sekolah-sekolah seperti ini lebih lama lagi. Karena itu keterlibatan masyarakat melalui program ISL harus terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Datang ke sekolah-sekolah yang ingin berkolaborasi dalam mendidik. Ingin terlibat ISL 2019? Mari menjadi relawan.
Terima kasih untuk segenap relawan ISL 2018 yang nge-camp di sekolah selama tiga hari. Meski dengan segala keterbatasan dan rintangan menuju lokasi sekolah ; jalan berbatu, berlubang dan berkelok-kelok, serta signal internet yang tak berkompromi tak menjadi rintangan berat bagi ke tigapuluh relawan pendidikan. Terima kasih atas donasi kehadirannya. Tiga hari menanam inspirasi, selamanya menghidupkan mimpi.
Salam Literasi!
Pantang Tanya Sebelum Baca.