Tim Gramedia Pusat Sambangi Basecamp RLI Sebagai Finalis GRCC 2018

 

Selaian mewawancarai peserta finalis dan relawan, tim juga melakukan survey lokasi dan mewawancarai warga sekitar untuk bisa tahu tentang dampak yang dirasakan warga terhadap keberadaan Rumah Literasi Indonesia. Termasuk melihat beragam aktivitas yang biasa dilakukan oleh anak-anak disekitar rumah baca.

Tunggul Harwanto, Founder Rumah Literasi Indonesia menjelaskan bahwa ia bersyukur RLI bisa lolos menjadi finalis dari 300 lembaga yang ikut meramaikan GRCC 2018. Baginya, yang paling penting adalah menjalin kolaborasi belajar dengan siapapun agar akses lembaga/komunitas semakin terbuka lebar, sebab hal ini yang akan mendukung percepatan peningkatan budaya literasi di masyarakat.

 

“Hampir 4 tahun kami bersama relawan mengambil peran dengan memastikan bahwa rumah baca harus memberikan dampak bagi kemampuan literasi dna numerasi anak-anak. Syaratnya kita harus kerja barengan, sebab hanya dengan cara gotong-royong peningkatan minat membaca anak bisa terjadi. Khsusunya bagaimana ekosistem belajar yang menghadirkan semua orang mampu menjadi guru dan semua tempat adalah sekolah”, jelas Tunggul, pemuda yang punya hobi bermain musik.

Dengan adanya kompetisi ini, Gramedia berharap bisa  menemukan komunitas atau taman baca yang aktif, kreatif, inspiratif, inovatif, dan penuh inisiatif dalam meningkatkan minat baca di masyarakat.

Scroll to Top