Fenomena ‘Syantik’

 

oleh faisal riza

Konsekuensi dari selera rakyat banyak yang mesti di penuhi, seperti menjejalkan makanan yang paling di maui orang. Kreatornya semacam koki saja, yang kurang memikirkan aspek lain kecuali nilai komoditas. Beberapa rekan dalam diskusi swasta warung kopi sambil ngunyah pisang goreng nyerocos perihal membuat sesuatu yang menghibur itu harus ringan, jika ringan jenis karya apapun akan mudah dan ringan di angkatnya.

Orientasi sebuah jenis hiburan di era milenial seperti sekarang ini, di pungkiri atau tidak arahnya hanya menyoal pada banyak atau tidaknya viewer dan subcribe. Sama seperti jaman tape recorder dulu, meski jelas-jelas berbeda sistemnya. Dan di jaman serba pragmatis ini seperti semacam hipokrisi saja jika kita tidak mahfum. Konteks disini bukan pada soal kemurnian proses cipta karsa atau pada tanggung jawab (‘kultural edukatif’) mendidik selera rakyat, melainkan nilai komoditas semata.

Scroll to Top