Kurang lebih 300 juta viewer dan 2 juta subcribe, cukup membuat Metalica, Bon Jovi, Natalie Imbruglia dan Afgan geleng-geleng kepala. Mengalahkan ekspresi tebar pesona tak hanya lewat lirik puitis dan notasi yang lumayan pantas mendapat label musisi, tetapi juga sensualitas karya visual yang melekat pada lagunya. Tentu bukan hal yang menggelinding mudah begitu saja, pastilah melalui proses yang panjang dan berujung pada keberuntungan, meskipun karya berikutnya tak semakmur sebelum dan sesudahnya.
Tantangan kritisnya adalah bagaimana caranya supaya hiburan tersebut merangsang viewer tergoda untuk melihat lagi dan lagi, sambil bersenandung – “lagi pingin di manja.” Para peserta diskusi swasta warung kopi yang notabene sebagian dari mereka musisi berkelas yang tidak pernah puas memainkan tiga jurus cord C minor, A minor, d minor ke C lagi itu sulit membayangkan mencipta lagu sederhana, menjual dan ringan dijinjing. Meski toh akhirnya mereka mau tidak mau angkat topi mengapresiasi (komoditas hiburan).