Membangun Bunder Dengan Kesadaran

Meski Hujan deras mengguyur Dusun Mulyasari Desa Bunder kecamatan Kabat, tak menyurutkan anak-anak milenial usia 20 an yang untuk memulai merencanakan agenda literasi. Hujan justru menambah stok semangat mereka. Para perwakilan tokoh masyarakat desa Bunder hadir mendukung inisiatif anak-anak muda Mulyosari.

Ingatan saya tiba-tiba menyeruak di tahun 2011, saat menuliskan mimpi bahwa (kelak) entah ditahun berapa saya akan bertemu dengan anak-anak muda Banyuwangi yang sefrekuensi membangun daerahnya. Tahun ini, tepatnya malam ini, entah anak-anak muda keberapa yang telah saya temui dalam frekuensi yang sama : membangun, mendidik dan terdidik. Mata polosnya, niat tulusnya dan keinginannya dalam hal belajar bisa saya rasakan. Saya mbrebes mili. Niat tulus itu tak bisa diumbar. Tapi ia bisa dirasakan. Maka bergerak sajalah. Maka mulailah. Itu kunci.

Anak kampung sedang menggeliat. Menggeliat menciptakan perubahan kecil dilingkungan mereka. Bersyukurlah pemimpin desa, jika anak-anak mudanya mulai berbenah. Dukungan moral, pikiran dan tentu dana tak layak ditunda. Jika responnya cepat maka hasilnya pun bisa segera kita rasakan.

 

Nurul Hikmah

Scroll to Top