Setiap orang pasti memiliki pengalaman tentang keindahan sesuai dengan kadarnya. Bedanya dengan seniman dalam arti pelaku seni yang hidup dari kesenian itu sendiri adalah potensi yang mampu menangkap keindahan, mengekspresikan dan menyatakannya dalam bentuk karya. Namun tidak setiap seniman memiliki hal itu dalam kadar yang selalu tinggi dan kontinyu.
Memahami ‘seni’ dalam berbagai aspek kehidupan dan seni itu sendiri, rasanya seperti membenturkan potensi seniman dan potensi-potensi yang lain dalam suatu dikotomi yang punya kesan satu merdeka, satunya kurang merdeka, dalam arti keleluasaan mengembangkan proses kedirian secara lebih kreatif. Karena jika tidak, seberapa pun kadarnya, profesi bidang apapun, ia hanya akan menjadi ‘pegawai’…..tidak lebih.